oleh

Ustadz Azhari dan Ustadzah Syifa Isi Safari Dakwah di Masjid Al Mukmin Pandeyan Boyolali, Soroti Peran Keluarga dan Galang Infaq untuk Palestina

-Ragam-132 views

INDONNESIANEWS (Boyolali)–Masjid Al Mukmin Welar Pandeyan, Ngemplak, Boyolali dipadati jamaah pada Kamis (7-5-2026) malam. Mereka mengikuti Safari Dakwah Spesial Idul Adha 1447 H yang mengangkat tema Belajar dari Keluarga Nabi Ibrahim Membangun Rumah Tangga Yang Penuh Cinta Kepada Allah.

Acara kolaborasi Khadijatee Foundation, Aktivis Bergerak Boyolali, dan Masjid Al Mukmin ini menghadirkan dua da’i nasional. Ustadz Muhammad Azhari Nasution, M.Ag, pengisi dakwah TVOne, TransTV dan iNewsTV tampil bersama Ustadzah Syifa Nur Fadhillah, Daiyah Nasional dari program Islam Itu Indah TransTV. Antusiasme warga terlihat sejak pukul 19.30 hingga 21.00 WIB.

Kepala Desa Pandeyan, Dwi Purboyono, S.H., M.H, dalam sambutannya menilai tema pengajian akbar ini sangat menarik dan relevan dengan kondisi saat ini. Tema ini menyentuh fondasi keluarga. Dari keluarga Nabi Ibrahim kita belajar tentang ketaatan, pengorbanan, dan bagaimana menempatkan cinta kepada Allah di atas segalanya. Ini penting untuk ketahanan keluarga di tengah gempuran zaman, ujarnya.

Dwi Purboyono menambahkan, Pemerintah Desa Pandeyan sangat mendukung kegiatan keagamaan seperti ini karena berdampak langsung pada pembangunan karakter warga. Kalau rumah tangga kuat, desa juga kuat. Kasus KDRT, kenakalan remaja, itu semua berawal dari rapuhnya keluarga. Makanya kami apresiasi Khadijatee Foundation dan takmir Masjid Al Mukmin yang sudah memfasilitasi ilmu untuk warga, jelasnya.

Ia juga berpesan agar ilmu dari Safari Dakwah ini tidak berhenti di masjid saja. Harapan kami, jamaah yang hadir malam ini bisa jadi duta keluarga sakinah di lingkungannya masing-masing. Tolong ilmunya dibawa pulang, dipraktikkan, dan ditularkan ke tetangga. Biar Pandeyan jadi desa yang berkah, aman, dan tenteram, pungkas Kades Pandeyan.

Dalam tausiyahnya, Ustadzah Syifa Nur Fadhillah mengajak jamaah perempuan meneladani Siti Hajar sebagai sosok ibu yang tawakal dan tangguh. Ia menekankan pentingnya peran ibu dalam menanamkan tauhid kepada anak sejak dini. Siti Hajar ditinggal di padang tandus bersama bayi Ismail, tapi ia tidak protes kepada Ibrahim. Ia hanya tanya, Allah yang menyuruhmu? Kalau iya, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami, ungkapnya.

Ustadzah Syifa menambahkan, keteladanan Hajar relevan bagi ibu masa kini yang sering dihadapkan pada ujian rumah tangga. Kunci rumah tangga kuat adalah komunikasi dengan Allah dulu sebelum komunikasi dengan suami. Hajar berlari antara Safa dan Marwah bukan mencari manusia, tapi mencari pertolongan Allah. Hasilnya, keluar air Zamzam, paparnya. Ia juga berpesan agar para ibu tidak lelah mendoakan anak dan keluarga.

Sementara itu, Ustadz Muhammad Azhari Nasution, M.Ag, menyoroti keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai kepala keluarga. Ia menyebut Ibrahim adalah potret ayah yang tegas dalam tauhid namun lembut kepada keluarga. Perintah menyembelih Ismail adalah ujian cinta tertinggi. Ibrahim mendahulukan perintah Allah di atas cintanya kepada anak. Ini pelajaran kepemimpinan dalam rumah tangga, jelasnya.

Ustadz Azhari juga membahas makna pengorbanan di era modern. Menurutnya, menyembelih Ismail hari ini adalah menyembelih ego, menyembelih waktu untuk gadget, dan menyembelih harta untuk sedekah. Idul Adha mengajari kita, apa Ismail dalam hidup kita yang harus dikorbankan demi taat kepada Allah? tegasnya. Ia menutup tausiyah dengan mengajak jamaah menjadikan keluarga sebagai tim dakwah, bukan tim ghibah.

Ustadz Azhari menambahkan, keluarga Ibrahim mengajarkan tiga pilar rumah tangga sakinah. Pertama, visi akhirat. Ibrahim membangun Ka’bah bersama Ismail, ayah dan anak satu frekuensi ibadah. Kedua, doa. Doa Ibrahim diabadikan dalam Al-Qur’an agar anak cucu jadi ahli salat. Ketiga, ketegasan dalam prinsip. Ibrahim berani beda dengan kaumnya demi tauhid. Kalau tiga ini ada, insyaAllah rumah tangga selamat dunia akhirat, pungkasnya.

Selain tausiyah, kegiatan ini juga menjadi ajang penggalangan infaq untuk saudara Muslim Palestina. Ketua Panitia menyebut jamaah tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga ikut berbagi. Kegiatan didukung MRB Trans, Soto Kwali Mbah Bayan, dan Alhima Resort. Dana infaq yang terkumpul akan segera disalurkan melalui Khadijatee Foundation. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *