oleh

Sambung Rasa di Kampung Halaman, Bupati Klaten Janji Benahi Irigasi dan Hidupkan Kembali Pasar Pupuk TPS 3R

-Ragam-24 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–*Momen pulang kampung dimanfaatkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo untuk membawa dua janji konkret bagi Desa Jatipuro, yakni normalisasi irigasi sebelum musim hujan dan penyelamatan operasional TPS 3R Jatipuro yang menjadi andalan Kabupaten Klaten, pada acara Sambung Rasa di Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Rabu (7-10-2026) pagi.

Hamenang mengatakan, kegiatan Sambung Rasa kali ini terasa istimewa karena digelar di kampung halamannya sendiri. Ia lahir dan besar di Jatipuro sejak sebelum sekolah hingga SMA, sehingga banyak keluarga, saudara, dan kenangan di desa tersebut.

“Izin hari ini kami silaturahmi sekaligus pulang kampung seperti yang disampaikan pak lurah tadi karena kami lahir besar di desa Jatipuro. Tentu banyak sekali keluarga yang ada di sini, saudara yang ada di sini, banyak kenangan,” ujarnya.

Selanjutnya, Hamenang menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah. Sejak 2014 menjadi anggota dewan hingga kini menjadi Bupati, ia selalu berupaya menghadirkan berbagai aspirasi pembangunan, mulai dari bantuan pertanian hingga infrastruktur, meski masih ada PR yang harus diselesaikan.

Menanggapi usulan Kades terkait irigasi yang melintasi permukiman warga, Hamenang memastikan akan segera ditangani. Ia meminta agar normalisasi dilakukan mumpung belum memasuki musim hujan dengan menggunakan ekskavator kecil.

“Untuk daerah irigasi yang melintasi termasuk rumahnya Bu Sadar daerah Bekasi itu mumpung juga belum musim hujan bisa kita normalisasi ya, mungkin ekskavator yang kecil itu bisa, insyaallah aman pak lurah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hamenang memberikan apresiasi untuk TPS 3R Jatipuro. Dari puluhan TPS 3R yang ada di Klaten, TPS 3R Jatipuro menjadi salah satu yang masih berjalan, beroperasi, dan menjadi andalan dalam menyelesaikan persoalan sampah.

Namun, Hamenang mengungkapkan adanya kendala serius yang disampaikan Kades. Akibat dana desa terpangkas tinggal 30 persen, desa-desa lain di Kecamatan Trucuk yang tadinya menjadi langganan pupuk organik produksi TPS 3R Jatipuro kini tidak bisa lagi membeli.

Untuk itu, Hamenang menyiapkan solusi agar produksi pupuk organik tidak berhenti. Pemkab akan membuat pola baru, yakni pupuk dibeli melalui dinas untuk dibagikan ke petani, atau dikolaborasikan dengan BUMD dan perusahaan melalui program CSR.

Selain menyerap aspirasi, kegiatan Sambung Rasa juga diramaikan dengan berbagai pelayanan publik yang dihadirkan langsung di tengah warga, seperti cek kesehatan gratis dan layanan lainnya, agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih dekat tanpa harus datang ke kota. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *