oleh

10.987 Siswa dari 35 Kabupaten/Kota Ikuti Islamic Youth Festival JSIT Jateng di UNNES

-Ragam-68 views

INDONNESIANEWS (Semarang)–Sebanyak 10.987 peserta dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah ambil bagian dalam Islamic Youth Festival (IYF) yang digelar Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Sabtu-Ahad (3-4/10- 2026).

Kegiatan dipusatkan di kompleks Kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES). Panitia menerapkan sistem hybrid, lomba Olimpiade IPA, Matematika, IPS, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris digelar secara daring, sementara lomba Menggambar, Tahfidz, Futsal, Panahan, Robotik, dan Koding dilaksanakan secara luring.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, http://S.Sos., http://S.Pd.Gr., mengatakan IYF merupakan ikhtiar nyata JSIT dalam menyiapkan generasi peradaban. Konsep lomba dirancang untuk mengasah tiga pilar utama generasi.

Menurut Hananto, membangun peradaban membutuhkan kekuatan fisik, spiritual yang kokoh, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu diwujudkan melalui cabang futsal dan panahan untuk fisik, tahfidz untuk spiritual, serta olimpiade mapel, koding dan robotik untuk penguasaan iptek.

Ia berharap IYF tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi wadah membangun kebersamaan, kolaborasi, dan inspirasi antar Sekolah Islam Terpadu se-Jawa Tengah dalam mempersiapkan generasi penuh harapan.

Dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Sekretaris Dinas Pendidikan, Sumano, http://S.Pd., http://M.Pd., yang mewakili Kepala Dinas, menyambut baik penyelenggaraan IYF sebagai ruang belajar dan kompetisi sehat.

Menurutnya, di era informasi yang cepat dan teknologi yang berkembang pesat, generasi muda tidak cukup hanya pintar akademik, tetapi harus berkarakter, berintegritas, kreatif, kolaboratif, dan inovatif. Pendidikan harus menyiapkan generasi yang cakap pengetahuan, skill, dan attitude.

Ia pun berpesan kepada peserta agar tidak takut berkompetisi secara fair, tetap rendah hati saat menang dan tidak patah semangat jika belum juara, karena pengalaman dan persahabatan nilainya tak kalah penting dari gelar juara.

Acara pembukaan atau opening ceremony digelar di Lapangan Prof. Kamiso UNNES yang diawali doa bersama, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars JSIT Indonesia, serta dimeriahkan penampilan menarik dari murid-murid SIT Kota Semarang. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *