INDONNESIANEWS (Klaten)–Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjanjikan bantuan keuangan khusus untuk pemerataan pembangunan desa, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) setiap tahun untuk Desa Keden, serta pengadaan alat kesehatan pada 2027, saat kegiatan Sambung Rasa di Lapangan Gelora 9 September, Desa Keden, Kecamatan Pedan, Selasa (6-10-2026).
Mas Hamenang mengatakan, kegiatan Sambung Rasa dilaksanakan secara bergiliran di berbagai wilayah Kabupaten Klaten. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah dapat mendengar secara langsung berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat sekaligus menghadirkan berbagai bentuk dukungan pembangunan.
“Hari ini kami sowan bersama tim besar dari Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten dalam rangka acara Sambung Rasa. Ini adalah kegiatan pemerintah daerah keliling, satu per satu wilayah kita kunjungi dalam rangka menyambung rasane warga bersama pemerintah daerah,” ujarnya.
Selanjutnya, Mas Hamenang menambahkan kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun hubungan yang semakin erat antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Selain menyerap aspirasi, Pemkab Klaten juga memberikan sejumlah bantuan serta menghadirkan berbagai layanan publik secara langsung di tengah masyarakat.
“Sehingga di Klaten ini bisa terwujud bagaimana manunggal antara pemerintah daerah dengan warga masyarakat, sehingga kita bisa menjadi sehati. Kami juga secara langsung mendengar aspirasi dari masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mas Hamenang mengungkapkan bantuan keuangan yang diberikan kepada desa merupakan bagian dari komitmen Pemkab Klaten dalam mendukung pemerataan pembangunan. Pemerintah daerah juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Selain menyerap aspirasi, kami juga memberikan berbagai macam bantuan. Ini bentuk komitmen kami berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk memberikan berbagai macam bantuan, termasuk bantuan keuangan khusus untuk membantu mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah,” jelasnya.
Tak hanya itu, Sambung Rasa juga menghadirkan berbagai stand pelayanan yang sengaja dibawa lebih dekat kepada masyarakat. Layanan yang biasanya berada di kota dihadirkan di wilayah, sehingga warga bisa mendapatkan pelayanan secara lebih dekat tanpa harus datang ke pusat pemerintahan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Keden, Pedan, Klaten, Agit Aditya Putra, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Klaten. Ia menjelaskan desanya mayoritas pedagang dan UMKM, dengan 50 persen UMKM di jalur Pedan-Cawas hingga Alun-alun Pasar Pedan merupakan warga Keden, serta memiliki Pasar Tradisional Keden dengan 200 sampai 300 pedagang yang menyumbang PADes.
Terkait pengembangan Lapangan Gelora 9 September yang memiliki lapangan sepak bola, voli, serta jogging track yang baru 40 persen dengan pagar swadaya masyarakat, Agit menegaskan komitmennya. “Kembangkan saja cuy, baik itu sektor UMKM, pasar tradisional, maupun fasilitas olahraga ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Desa Keden dan sekitarnya,” pungkasnya. (Oe)








Komentar