oleh

RASY, Inovasi Perpustakaan Digital SDN 1 Randusari untuk Mendekatkan Literasi kepada Anak

-Pendidikan-37 views

INDONNESIANEWS (Wonogiri)–Perpustakaan sekolah kini tidak lagi harus identik dengan rak-rak buku dan ruang baca. Di tengah perkembangan teknologi digital, akses terhadap bahan bacaan dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui perangkat yang dimiliki pengguna.

Semangat itulah yang mendorong SD Negeri 1 Randusari, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, menghadirkan RASY (Rasta Smart Library), sebuah inovasi perpustakaan digital yang dirancang untuk mendekatkan sumber bacaan kepada peserta didik, guru, warga sekolah, hingga masyarakat.

RASY hadir sebagai pengembangan dari layanan perpustakaan sekolah yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional. Pengguna harus datang langsung ke perpustakaan untuk membaca dan memanfaatkan koleksi yang tersedia.

Melalui RASY, layanan perpustakaan dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital. Akses terhadap bahan bacaan menjadi lebih fleksibel dan tidak sepenuhnya bergantung pada keberadaan pengguna di ruang perpustakaan.

“RASY kami hadirkan sebagai bagian dari upaya sekolah untuk mendekatkan buku dan sumber literasi kepada anak-anak. Kami ingin perpustakaan tidak hanya menjadi sebuah ruangan, tetapi juga menjadi layanan yang dapat hadir lebih dekat dengan kebutuhan mereka,” ujar Kepala SD Negeri 1 Randusari, Tri Kurniasih, http://S.Pd.SD., http://M.Pd.

Dari Rak Buku Menuju Layanan Digital

Pengembangan RASY berangkat dari kebutuhan untuk memperluas akses terhadap sumber bacaan. Keterbatasan waktu, tempat, serta ketergantungan pada koleksi fisik menjadi tantangan yang ingin dijawab melalui transformasi digital.

Dengan RASY, pengguna dapat memanfaatkan layanan perpustakaan melalui perangkat digital. Koleksi bacaan dapat diakses secara lebih praktis sesuai kebutuhan, baik untuk mendukung pembelajaran maupun untuk menumbuhkan kebiasaan membaca.

Aplikasi RASY tersedia di Google Play dan tercantum sebagai aplikasi perpustakaan digital milik SD Negeri 1 Randusari Kabupaten Wonogiri, dengan pengembang PT Enam Kubuku Indonesia.

Unduh aplikasi RASY di Google Play

Literasi yang Lebih Dekat

Kehadiran RASY bukan semata-mata tentang penggunaan aplikasi. Lebih dari itu, inovasi ini diarahkan untuk membangun kebiasaan membaca dan memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.

Peserta didik dapat memanfaatkan sumber bacaan digital sebagai bagian dari kegiatan belajar maupun membaca secara mandiri. Guru juga dapat memanfaatkan sumber literasi sebagai tambahan referensi dalam mendukung pembelajaran.

Pengembangan koleksi RASY juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonogiri (Perpusda Wonogiri). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memperluas dan memperkaya sumber literasi yang dapat dimanfaatkan pengguna.

“Kami berharap anak-anak semakin dekat dengan buku. Ketika akses membaca menjadi lebih mudah, kesempatan mereka untuk menemukan pengetahuan baru juga semakin terbuka,” tambah Tri Kurniasih.

Bukan Sekadar Aplikasi

Bagi SD Negeri 1 Randusari, RASY merupakan bagian dari transformasi layanan sekolah dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Perpustakaan tidak lagi hanya diposisikan sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi dikembangkan menjadi pusat sumber belajar dan literasi yang dapat mengikuti kebutuhan generasi digital.

Melalui RASY, sekolah berupaya menciptakan layanan yang lebih mudah diakses, praktis, dan relevan dengan perkembangan zaman. Inovasi tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen sekolah dalam memperkuat budaya membaca dan pemanfaatan teknologi untuk pendidikan.

RASY (Rasta Smart Library) menjadi langkah kecil dari SD Negeri 1 Randusari untuk menghadirkan perpustakaan yang lebih dekat dengan anak-anak—karena literasi tidak seharusnya terhenti di balik pintu perpustakaan, tetapi dapat hadir di mana pun dan kapan pun mereka membutuhkan. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *