INDONNESIANEWS (Klaten)–PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan melalui berbagai inisiatif. KAI telah menanam 106.757 pohon di berbagai wilayah operasional dan kawasan masyarakat umum sejak 2021 hingga Juni 2025 untuk mencegah erosi, memperkuat struktur tanah, dan meningkatkan kualitas udara.
Pohon-pohon yang ditanam KAI tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Jenis pohon yang ditanam pun beragam dan disesuaikan dengan karakteristik daerah, mulai dari trembesi, miana, mangga, tabebuya, hingga pule.
Selain penghijauan, KAI juga berupaya mengurangi konsumsi plastik sekali pakai dengan menyediakan 102 unit Water Station di 39 stasiun. Fasilitas ini memungkinkan pelanggan mengisi ulang air minum secara gratis, sehingga mengurangi jumlah botol plastik yang digunakan.
KAI juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan. Teknologi Face Recognition Boarding telah digunakan oleh lebih dari 14,5 juta pelanggan, membantu mempercepat proses naik kereta tanpa perlu mencetak tiket fisik dan menghemat hampir 35 ribu rol kertas tiket.
Fitur carbon footprint dalam aplikasi Access by KAI juga memberikan informasi kepada pelanggan mengenai estimasi emisi karbon dari setiap perjalanan. Dengan demikian, pelanggan dapat membuat keputusan yang lebih sadar dan memilih moda transportasi yang rendah karbon.
KAI terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi dampak lingkungan. Dengan berbagai inisiatif ini, KAI bertujuan untuk menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Dengan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan, KAI berharap dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk mengadopsi praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (*/Oe)














Komentar