oleh

Mahasiswa Filologi UNS Laksanakan Kuliah Lapangan di Museum Abad 1 Hijriah, Sultanate Institute

-Ragam-64 views

INDONNESIANEWS–Di (Solo)–Mahasiswa Program Studi Filologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret melaksanakan kegiatan kuliah lapangan di Museum Abad 1 Hijriah milik Sultanate Institute pada Jumat (26-6-2026) lalu. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai sejarah maritim, perdagangan, peradaban Islam, serta naskah kuno sebagai objek kajian filologi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh materi yang disampaikan oleh perwakilan Sultanate Institute, Muhammad Sidiq Hidayah Ma’ruf. Ia menjelaskan perkembangan sejarah maritim, jaringan perdagangan, dan peradaban Islam sejak abad ke-7 Masehi hingga proses masuknya Islam ke Nusantara.

Muhammad Sidiq menjelaskan bahwa jalur perdagangan maritim memiliki peran penting dalam penyebaran peradaban Islam di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia. Melalui aktivitas perdagangan, tidak hanya barang yang dipertukarkan, tetapi juga ilmu pengetahuan, budaya, bahasa, dan ajaran agama yang kemudian memengaruhi perkembangan masyarakat di Nusantara.

Selain mengikuti pemaparan materi, mahasiswa juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai koleksi arkeologis yang tersimpan di Museum Abad 1 Hijriah. Koleksi tersebut meliputi sisa kayu kapal yang digunakan dalam ekspedisi maritim pada abad ke-7 hingga ke-10 Masehi beserta muatan yang ditemukan di dalamnya. Berbagai artefak yang dipamerkan antara lain peralatan medis, koin dirham dan dinar, perhiasan, manik-manik, keramik, hingga gading gajah yang menjadi bukti aktivitas perdagangan internasional pada masa lampau.

*Melihat Koleksi Naskah Kuno Berbahasa Arab di Museum Abad 1 Hijriah, Sultanate Institute*

Tidak hanya mempelajari peninggalan arkeologis, mahasiswa Filologi UNS juga memperoleh kesempatan untuk mengamati koleksi naskah kuno yang dimiliki Sultanate Institute. Sebagian besar naskah tersebut berbahasa Arab dan memuat berbagai informasi keislaman serta sejarah. Selain itu, terdapat pula naskah kuno dari tradisi Batak yang dikenal dengan sebutan laklak, yaitu naskah yang ditulis pada media kulit kayu dan menjadi salah satu warisan literasi masyarakat Batak.

Kegiatan kuliah lapangan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam bagi mahasiswa karena dapat melihat secara langsung keterkaitan antara bukti arkeologis, sejarah peradaban, dan tradisi pernaskahan. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya pelestarian naskah kuno dan artefak sejarah sebagai sumber pengetahuan tentang masa lalu.

Kunjungan ke Sultanate Institute menjadi salah satu upaya untuk memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap kajian filologi yang tidak hanya berkaitan dengan teks, tetapi juga konteks sejarah dan budaya yang melatarbelakangi lahirnya sebuah naskah. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *