INDONNESIANEWS–Di (Solo)+-Grup Riset Linguistik Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta turun langsung membina generasi muda. Minggu, 28 Juni 2026, mereka menggelar Pelatihan Berorganisasi dan Keterampilan Komunikasi Dakwah untuk Remaja Masjid Al Furqon di Rumah Makan SFA Jaten, Karanganyar.
Banyak remaja masjid jago semangat, tapi masih gagap soal manajemen organisasi dan komunikasi di mimbar. Akibatnya dakwah jalan di tempat, kurang sistematis, dan kurang nyambung dengan remaja sebaya.
Melihat kondisi itu, Grup Riset Indonesia FIB UNS, Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan, Surakarta, menghadirkan dua pakar.
Dr. Henry Yustanto menekankan pentingnya kerja terencana.
“Organisasi efisien itu punya peta jalan. Ada waktu, ada pembagian tugas, ada target selesai. Tanpa rencana, kerjaan cuma numpuk jadi beban. Dengan perencanaan, semua anggota tahu porsi dan waktunya,” tegasnya.
Dr. Miftah Nugroho, http://M.Hum., menyorot inti dakwah.
“Dakwah itu soal komunikasi. Pesan agama mau sekuat apa pun, kalau penyampaiannya berantakan ya nggak nyampe. Komunikasi yang baik bikin dakwahnya masuk dan membekas,” ujarnya.
Pelatihan 3 jam ini full interaktif. Peserta antusias dari awal sampai akhir. Ada pre-test di awal dan post-test di akhir buat ngukur hasil dan efektivitas materi yang diberikan. (Oe)








Komentar