INDONNESIANEWS (Semarang),–Forum Komunikasi Siswa Sekolah Islam Terpadu (FOKSIT) dan Forum OSIS Sekolah Islam Terpadu (FOSIT) Jawa Tengah periode 2025/2026 sukses menyelenggarakan Leadership Excellence and Development (LEAD) 2026 pada 7–8 Juli 2026 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Semarang. Mengusung tema “Elevating Leadership and Mentorship through Collaboration, Communication, and Organizational Awareness” , kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kapasitas kepemimpinan sekaligus memperkuat sinergi antara pembina dan pengurus organisasi siswa Sekolah Islam Terpadu yang tergabung dalam JSIT Jawa Tengah.
Kegiatan LEAD 2026 diikuti oleh 150 peserta, yang terdiri atas 122 pengurus organisasi siswa dan 28 pembina dari berbagai Sekolah Islam Terpadu di Jawa Tengah. Selama dua hari, peserta memperoleh pembekalan mengenai kepemimpinan, tata kelola organisasi, komunikasi, mentoring, hingga penguatan jejaring antarsekolah melalui berbagai sesi seminar, forum diskusi kelompok (Focus Group Discussion/FGD), dan pelantikan kepengurusan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan Opening Ceremony yang dihadiri oleh perwakilan BBPMP Semarang, Ketua FOKSIT dan FOSIT Jawa Tengah periode 2025/2026, serta Ketua JSIT Wilayah Jawa Tengah. Dalam sambutannya, para pimpinan menyampaikan pentingnya membangun ekosistem kepemimpinan pelajar yang berkarakter, kolaboratif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Pada sesi materi pertama, seluruh peserta mendapatkan pembekalan dari Ustaz Wakhid mengenai fondasi kepemimpinan dan pengembangan karakter pemimpin. Selanjutnya, peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan perannya. Kelompok pengurus mengikuti materi bersama Ustaz Faris Isnawan, sedangkan kelompok pembina memperoleh pembekalan dari Ustaz Isnan Hidayat mengenai strategi pendampingan organisasi sekolah.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan qiyamul lail, salat berjamaah, olahraga bersama, dan fun game sebagai sarana membangun kebersamaan. Setelah itu, sesi pengembangan kapasitas kembali dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) bagi pengurus serta seminar pembina bersama Ustaz Kukuh. Pada sesi berikutnya, pembina mengikuti FGD untuk berbagi praktik baik dalam pembinaan organisasi, sementara pengurus mendapatkan materi kepemimpinan dan organisasi dari Shoffan Mujahid. Rangkaian materi ditutup oleh Ustaz Samrodin yang memberikan penguatan mengenai pentingnya kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, dan berorientasi pada kebermanfaatan.

Puncak kegiatan LEAD 2026 adalah pelantikan pengurus FOKSIT dan FOSIT Jawa Tengah periode 2026/2027, yang menjadi simbol estafet kepemimpinan organisasi. Prosesi ini menandai komitmen pengurus baru untuk melanjutkan peran organisasi sebagai wadah kolaborasi, pembinaan, dan pengembangan kepemimpinan pelajar Sekolah Islam Terpadu di Jawa Tengah.
Melalui penyelenggaraan LEAD 2026, FOKSIT dan FOSIT Jawa Tengah berharap peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai keorganisasian, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat komunikasi, membangun budaya kolaborasi, serta mempererat silaturahmi antar pembina dan pengurus organisasi sekolah di lingkungan JSIT Jawa Tengah. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menghadirkan organisasi siswa yang profesional, adaptif, dan berdampak bagi sekolah maupun masyarakat.
FOKSIT dan FOSIT Jawa Tengah meyakini bahwa kepemimpinan yang unggul lahir dari proses belajar yang berkelanjutan, kolaborasi yang kuat, serta semangat untuk terus bertumbuh. Melalui LEAD 2026, diharapkan lahir generasi pemimpin muda Sekolah Islam Terpadu yang mampu menjadi teladan, penggerak perubahan, dan penerus estafet kepemimpinan yang berintegritas. (Oe)














Komentar