oleh

Berdayakan Disabilitas, Pemdes Kranggan Gelar Pelatihan Ecoprint

-Ragam-35 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Pemerintah Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, menggelar Pelatihan Ecoprint khusus bagi penyandang disabilitas di Balai Desa setempat, Jumat (9-10-2026). Pelatihan yang diikuti 6 peserta penyandang disabilitas itu bertujuan untuk pemberdayaan bagi warga yang mengalami gangguan jiwa.

Pemdes Kranggan mendatangkan pelatih yang juga pelaku usaha Ecoprint, owner Zulfa Ecobay, Sri Mulyani, asal Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten.

Menurut Sri Mulyani, dalam pelatihan itu peserta diajarkan membuat ecoprint bahan atau kain dan totebag dengan metode mirror tanpa zat pewarna alam. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan karya disabilitas. Manfaat bagi disabilitas sangat besar karena disabilitas bisa usaha dan mengolah pikiran untuk berkreativitas menata daun sesuai kreativitas masing-masing,” ujar Sri Mulyani.

Owner Zulfa Ecobay itu menambahkan, untuk bisa mahir membuat ecoprint membutuhkan waktu yang tidak sebentar. “Untuk bisa mahir butuh waktu lama pak, saya 5 tahun berkecimpung masih terus menggali ilmunya agar lebih baik,” katanya.

Seorang disabilitas yang menjadi peserta pelatihan ecoprint, Ayono, mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti materi dan praktek pelatihan ecoprint. Ia pun berharap ilmu yang diperoleh bisa berguna untuk mengembangkan usaha dan memiliki penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

“Ngga sulit, semoga ke depan bisa memiliki usaha ecoprint, untuk mencukupi kebutuhan saya dan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utomo mengatakan kegiatan yang digelar yakni pendampingan bagi disabilitas (disabilitas daksa dan jiwa) hasil kerjasama PPTIG (vendor) dengan Posyandu Jiwa yang ada di Kranggan. Di Kranggan ada Posyandu Jiwa yang kegiatannya dilaksanakan sebulan sekali yang memiliki unit usaha membuat telur asin dan ecoprint.

I

“Kegiatan ini kan salah satu upaya dari desa untuk memberdayakan mereka, mungkin yang belum berdaya jadi berdaya. Peserta bisa bersosialisasi kembali, bisa berproduksi,” ujarnya.

Dari peserta disabilitas setelah mendapat pelatihan, nantinya akan berada dalam Kelompok Usaha Bersama (Kuber) Sehati untuk membuat telur asin dan ecoprint. Produk akan dipasarkan kepada anggota TP PKK dan uang hasil penjualan akan dibagikan kepada anggota Kuber Sehati dan untuk membeli peralatan atau bahan kembali.

“Hasil produksi telur dan ecoprint akan coba kita tawarkan ke anggota TP PKK dan uangnya dibagikan kepada disabilitas dan membeli peralatan (bahan) kembali,” paparnya.

Di Desa Kranggan jumlah warga yang mengalami disabilitas ada 15 orang. Harapannya dengan kegiatan itu, pemberdayaan masyarakat yang mengalami gangguan jiwa agar bisa mengentaskan dirinya dan kebutuhan hidupnya. “Untuk permodalan, dianggarkan dari desa sebesar Rp2 juta,” tutupnya. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *