INDONNESIANEWS (Klaten)–Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Srikandi Kecamatan Tulung, Klaten, menggelar Halal Bihalal, bertema “Sucikan Hati Pererat Silaturahmi, Tingkatkan Sinergi Untuk Pendidikan Yang Lebih Berkualitas”, di Balai Desa Pomah, Kecamatan Tulung, Klaten, Kamis (16/4/2026). Acara itu diisi Tausiyah agama Islam oleh Ustadz H. Krisna Wijaya.
Hadir dalam acara itu Korwil Kecamatan Tulung, Ismiyati, http://S.Pd, perwakilan Kecamatan Tulung, Indri, dan Ketua PKG Tulung, Catur Handayani, http://S.Pd. Ratusan guru PAUD se-Kecamatan Tulung ikut mensukseskan kegiatan rutin tahunan tersebut dengan penuh khidmat dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Ketua PKG Srikandi, Catur Handayani, http://S.Pd, mengatakan kegiatan Halal Bihalal ini bukan sekadar tradisi tahunan usai Idulfitri. Lebih dari itu, momentum ini menjadi sarana penting untuk menyatukan kembali semangat dan visi seluruh guru PAUD di Kecamatan Tulung.
Ia menambahkan, sinergi antarlembaga PAUD menjadi kunci utama untuk menciptakan ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Tantangan pendidikan ke depan menuntut guru untuk terus adaptif dan kolaboratif, bukan berjalan sendiri-sendiri.

“Kita ini ibarat sapu lidi. Kalau satu lidi mudah dipatahkan, tapi kalau kita bersatu dan bersinergi, maka kita akan menjadi kekuatan besar untuk memajukan PAUD di Tulung,” tegas Catur Handayani, http://S.Pd.
Ismiyati, http://S.Pd, dalam kesempatan sama mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi konsistensi PKG Srikandi dalam menjaga silaturahmi dan soliditas guru PAUD. Menurutnya, kualitas pendidikan berawal dari kualitas hati para pendidiknya.
Ia menekankan bahwa guru PAUD adalah pondasi peradaban. Kesabaran, ketulusan, dan kreativitas yang ditanamkan sejak dini akan menentukan karakter generasi Klaten 20 tahun mendatang. Karena itu, forum seperti PKG harus terus dihidupkan.
Korwil Kecamatan Tulung itu juga berpesan agar seluruh guru tidak alergi terhadap perubahan kurikulum dan teknologi. Justru PAUD harus menjadi garda terdepan dalam mengenalkan pembelajaran yang menyenangkan berbasis nilai karakter.

Ia mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah desa hingga orang tua, untuk ikut terlibat aktif mendukung program PAUD. Pendidikan anak bukan hanya tugas guru di sekolah, melainkan tanggung jawab bersama.
“Guru PAUD itu bukan hanya mengajar calistung. Kita sedang menanam akhlak, menanam adab, dan menanam cinta belajar pada anak. Itu tugas mulia yang pahalanya mengalir sampai kapan pun,” tutur Ismiyati, http://S.Pd.
Sementara itu Ustadz H. Krisna Wijaya dalam Tausiah Halal Bihalal yang mengambil tema “Dengan Kita Beriman, Ber-Islam Kita Harus Berinfak”, mengajak seluruh guru untuk memaknai infak secara lebih luas. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Hadid Ayat 7 yang artinya: Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.
“Infak itu bukan hanya soal nominal. Senyum ke anak didik, meluangkan waktu membimbing guru muda, berbagi ilmu di gugus, itu semua tercatat sebagai infak terbaik di sisi Allah,” jelas Ustadz H. Krisna Wijaya dalam tausiyahnya.
Ia mengingatkan bahwa harta, ilmu, dan jabatan hanyalah titipan. Guru PAUD dititipi amanah besar mendidik generasi, maka infak waktu dan kesabaran adalah bentuk syukur paling nyata atas profesi yang dijalani.

Menurutnya, banyak orang menunda infak karena menunggu kaya. Padahal, keberkahan justru datang setelah berbagi. Sekecil apa pun yang diberikan dengan ikhlas, akan Allah ganti berlipat-lipat, baik berupa ketenangan hati maupun kemudahan rezeki.
Ustadz juga mengaitkan tema halal bihalal dengan infak hati, yaitu memaafkan. Memaafkan kesalahan rekan sejawat dan melepas dendam adalah infak batin yang membuat sinergi guru semakin kuat.
“Jangan tunggu kaya untuk berinfak. Karena sejatinya kita berinfak bukan karena kita punya, tapi karena kita percaya Allah Maha Pemberi. Guru yang ikhlas menginfakkan ilmunya, insyaallah hidupnya berkah dunia akhirat,” pungkas Ustadz H. Krisna Wijaya.
Rangkaian acara Halal Bihalal ditutup dengan penuh kehangatan melalui sesi saling bermaaf-maafan. Seluruh guru, tamu undangan, dan pengurus PKG berjabat tangan, mempererat silaturahmi, dan menguatkan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan anak usia dini di Kecamatan Tulung. (Oe)








Komentar