INDONNESIANEWS (Klaten)–Pemerintah Kabupaten Klaten menunjukkan kepeduliannya dengan mengunjungi warga korban aksi klitih yang terjadi di Prambanan pada malam takbiran Iduladha 1447 Hijriah lalu, Rabu (3-6-2026). Kunjungan ini menjadi bukti kehadiran pemerintah daerah saat warganya tertimpa musibah.
Mas Hamenang menjelaskan bahwa korban sudah menjalani operasi akibat luka yang dialami. Biaya operasi sebelumnya masih ditanggung sendiri oleh pihak keluarga. Kehadiran jajaran Pemkab bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Baznas hari ini bertujuan memastikan korban mendapat perhatian dan pendampingan penuh.
Bantuan langsung disalurkan untuk meringankan beban keluarga. Baznas Kabupaten Klaten memberikan Rp5 juta, sedangkan Pemkab Klaten melalui DISSOSP3APPKB menyerahkan bantuan Rp10 juta. Dana tersebut diharapkan membantu biaya pengobatan yang sudah dikeluarkan.
Pemkab Klaten juga menjamin pengobatan lanjutan korban akan terus dikawal. Dinas Kesehatan akan bekerja sama dengan rumah sakit terkait untuk pendampingan. Mas Hamenang menegaskan, jika ada biaya yang tidak tercover BPJS maupun layanan kesehatan lain, Baznas siap membantu.
Berdasarkan laporan yang diterima, korban dalam peristiwa itu berjumlah tiga orang. Pemkab Klaten akan berkoordinasi dengan kecamatan dan pihak terkait agar dua korban lainnya juga mendapat pendampingan dan bantuan yang dibutuhkan.
Mas Hamenang mengimbau generasi muda untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas luar rumah tanpa kepentingan mendesak di malam hari. Ia mengajak anak muda mengisi waktu dengan kegiatan positif, belajar, dan berkarya. Terkait hukum, keluarga korban sudah menyerahkan bukti CCTV ke polisi. Ia percaya kasus ini akan diusut tuntas agar Klaten tetap aman dan nyaman. (*/Oe)














Komentar