oleh

BULOG Surakarta Serap 70.893 Ton Beras, Yakin Lampaui Target 2026

-Daerah-34 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta mencatat realisasi penyerapan gabah dan beras dari petani Solo Raya mencapai 70.893 ton setara beras hingga pertengahan 2026. Angka tersebut setara 75,62 persen dari target pengadaan tahun ini.

Pemimpin Cabang BULOG Surakarta Nanang Harianto menyebut capaian itu menjadi modal positif menjelang musim panen gadu. Panen gadu diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.

“Menyambut panen gadu yang diperkirakan pada bulan Juli–Agustus ini, penyerapan BULOG Surakarta sudah mencapai 75 persen. Kami optimistis sebelum akhir tahun dapat melampaui target yang ditetapkan perusahaan,” kata Nanang.

Ia menambahkan, BULOG akan membentuk tim untuk terjun langsung ke lapangan menyerap gabah dan beras milik petani di wilayah Solo Raya. Penyerapan akan dioptimalkan saat panen gadu berlangsung.

Dalam menjalankan program serapan, BULOG Surakarta menggandeng berbagai pihak mulai dari TNI, Polri, gabungan kelompok tani atau Gapoktan, hingga petani lokal. Sinergi tersebut dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Seiring meningkatnya volume penyerapan di berbagai sentra produksi padi Solo Raya, BULOG Surakarta juga menambah kapasitas penyimpanan. Gudang sewa dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan stok beras.

Beberapa daerah yang menjadi penyumbang utama penyerapan gabah dan beras di wilayah kerja BULOG Surakarta antara lain Kabupaten Sragen, Klaten, dan Wonogiri. Khusus di Kabupaten Sragen, BULOG memiliki Sentra Pengolahan Padi yang dilengkapi teknologi modern.

Fasilitas di Sragen diharapkan mampu menghasilkan beras berkualitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa Tengah, khususnya Solo Raya. Penguatan stok beras melalui penyerapan hasil panen petani dinilai masih perlu terus dilakukan.

Menurut BULOG, langkah itu bertujuan menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memenuhi kebutuhan pasar terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau, seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP.

Permintaan masyarakat terhadap beras SPHP saat ini terbilang tinggi, baik di pasar tradisional maupun jaringan ritel modern. Dengan kondisi tersebut, BULOG Surakarta optimistis target pengadaan beras tahun 2026 dapat tercapai bahkan melampaui target perusahaan. (Bud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *