INDONNESIANEWS (Boyolali)–Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM) Swakarsa RW 05 Dukuh Ngemplak, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali kembali bertugas mendukung kelancaran musim haji 2026/2027 di area Asrama Haji Donohudan.
PAM Swakarsa ini sudah didirikan warga kurang lebih sekitar 10 tahun lalu. Kehadirannya menjadi respons atas padatnya aktivitas di depan asrama setiap musim haji.
Jumlah pedagang yang mencapai seratusan dan dikelola langsung oleh warga setempat, berjajar di sepanjang bagian depan asrama haji. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerawanan serta kesemrawutan lalu lintas.

Untuk menjaga keamanan pedagang, mencegah kemacetan, dan memastikan arus kendaraan tetap lancar, warga tetap konsisten mengaktifkan PAM Swakarsa. Seluruh anggotanya berasal dari warga sekitar tanpa dibayar.
Sekretaris RW 05 Ngemplak, Ribut Rismanto, menyebut sebanyak 20 warga dilibatkan dalam pengamanan tahun ini. Mereka bertugas secara bergiliran selama 24 jam, fokus pada titik rawan kemacetan, parkir liar, dan pengamanan para pedagang kelolaan warga yang memenuhi area depan asrama.
Selain itu, warga per RT di RW 05 juga mengelola parkiran masing-masing untuk menata kendaraan pengantar jemaah. “PAM ini sudah jalan sekitar 10 tahun. Total 20 orang tahun ini, semua murni relawan warga RW 05. Kami bentuk dan pertahankan ini karena pedagang yang dikelola warga sendiri sudah sampai seratusan di depan. Kalau nggak dijaga, rawan semrawut dan macet,” kata Ribut Rismanto saat ditemui di posko, Jumat (1/5/2026).

Menurut Ribut Rismanto, PAM Swakarsa mulai aktif sejak H-7 pemberangkatan kloter pertama. Selain mengatur lalu lintas dan membantu penyeberangan jemaah lansia, pihaknya juga rutin mengimbau para pengunjung maupun pengantar calon jemaah haji untuk senantiasa berhati-hati menjaga barang bawaannya guna mengantisipasi tindak kejahatan seperti copet dan gendam.
“Kami dibekali rompi dan HT dari RW. Ada posko juga di depan gapura buat pusat informasi. Semua anggota tidak dibayar, murni gotong royong. Sudah 10 tahun ini prinsipnya sama: melayani tamu Allah, menjaga pedagang yang dikelola warga sendiri, dan bikin lalu lintas lancar itu ibadah,” tegas Ribut Rismanto.
Ribut Rismanto menambahkan, keberadaan PAM Swakarsa juga sudah diketahui oleh pihak keamanan, PPIH, dan pengelola Asrama Haji Donohudan. Menurutnya, ini penting agar warga sekitar ikut menikmati dampak positif keberadaan asrama, bukan hanya menerima sampahnya saja. “Warga juga mendapatkan keberkahan dari asrama haji ini,” tutupnya.
Kehadiran PAM Swakarsa RW 05 Ngemplak yang sudah 10 tahun mengabdi ini mendapat apresiasi dari calon jemaah, pedagang, dan aparat. Sinergi masyarakat yang lahir dari kepedulian menjaga pedagang kelolaan warga, mengelola parkir, serta ketertiban lalu lintas ini diharapkan menjadi kunci sukses penyelenggaraan haji 2026/2027 yang aman, nyaman, dan khidmat. (Oe














Komentar