INDONNESIANEWS (Wonogiri)–SDN 1 Randusari, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, menggelar Rasta Night Festival 2026, Sabtu (20-6-2016), sebagai upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta pelestarian budaya daerah.
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan sekolah tersebut mampu menarik perhatian masyarakat sejak sore hari. Ratusan pengunjung memadati area festival untuk mengikuti berbagai rangkaian acara yang melibatkan siswa, orang tua, alumni, pemerintah, serta pelaku usaha lokal.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian masyarakat adalah Bazar Sembako Murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam dijual di bawah harga pasaran sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap kebutuhan masyarakat sekitar. Tingginya antusiasme warga membuat seluruh stok sembako habis terjual dalam waktu kurang dari dua jam.

Selain bazar sembako, festival juga menghadirkan Bazar Alat Tulis Sekolah dan puluhan stand kuliner serta UMKM yang dikelola oleh orang tua siswa. Berbagai produk makanan, minuman, hingga hasil pertanian lokal dipasarkan dalam kegiatan tersebut sehingga turut memberikan ruang promosi bagi usaha keluarga dan masyarakat sekitar.
Kepala SDN 1 Randusari, Tri Kurniasih,M.Pd menyampaikan bahwa Rasta Night Festival dirancang sebagai sarana pembelajaran nyata bagi peserta didik untuk mengenal nilai kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan kewirausahaan.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar di dalam kelas. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan potensi yang mereka miliki. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kepercayaan diri peserta didik sekaligus mempererat hubungan sekolah dengan masyarakat,” ujarnya.
Memasuki malam hari, perhatian pengunjung tertuju pada Gebyar Kreasi dan Pentas Seni Siswa yang menampilkan berbagai pertunjukan dari siswa kelas 1 hingga kelas 6 serta alumni sekolah. Penampilan Drumband Gita Dwijaswara Santika, Karawitan, tari tradisional, seni ganong, hingga pertunjukan vokal menjadi bukti bahwa sekolah dasar memiliki peran penting dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya.

Camat Slogohimo, Agus Pramono, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter dan pengembangan bakat anak. Sinergi yang dibangun SDN 1 Randusari patut diapresiasi karena mampu melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam mendukung pendidikan,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Suyoto, S.E., Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, yang hadir sebagai perwakilan alumni. Ia menilai Rasta Night Festival menjadi contoh bagaimana sekolah mampu membangun hubungan yang kuat dengan para alumninya.

“Alumni memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendukung kemajuan sekolah. Kami bangga melihat SDN 1 Randusari terus berkembang dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi peserta didik maupun masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Pemerintah Desa Randusari menilai kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada dunia pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan bazar yang melibatkan warga setempat.
Keberhasilan penyelenggaraan Rasta Night Festival 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya Korwilcam Bidik Slogohimo, Pemerintah Kecamatan Slogohimo, Pemerintah Desa Randusari, komite sekolah, alumni, sponsor, serta masyarakat yang turut berpartisipasi.
Melalui kegiatan ini, SDN 1 Randusari menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi pusat tumbuhnya kreativitas, pelestarian budaya, penguatan karakter, dan pemberdayaan masyarakat secara bersamaan. Festival tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan yang berkualitas dapat dibangun melalui kolaborasi yang kuat antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.
(*/Oe)














Komentar