oleh

Milklife Soccer Jadi Titik Balik Joyce Tekuni Sepak Bola Secara Serius

-Olahraga-590 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Turnamen Milklife Soccer menjadi titik balik bagi Joyce Beatricia Adana Putri Bintang, siswi SD Negeri Cemara 2 Solo, untuk menekuni dunia sepak bola secara serius. Gadis cilik berusia 10 tahun itu kini semakin mantap mengejar cita-citanya menjadi pemain profesional dan menembus skuad Timnas Putri Indonesia.

Joyce mengaku makin mencintai olahraga si kulit bundar setelah mengikuti turnamen sepak bola kelompok usia Milklife Soccer. Dukungan sang ibu, Astrid Florensia, menjadi dorongan utama di balik langkah awalnya.

“Ya, saya memang mendukung dari awal perjalanan Joyce ikut sepak bola putri. Sebenarnya suami saya tidak mendukung, katanya cewek main bola ngapain,” ungkap Astrid saat ditemui di sela turnamen Milklife Soccer 2025 Series Solo.

Namun, pandangan sang ayah berubah setelah melihat penampilan gemilang Joice di turnamen pertama Milklife Soccer di Solo.

“Setelah lihat latihan dan hasilnya juara tiga di series pertama, suami saya mulai mendukung. Dari situ, kami berdua semakin semangat mendampingi Joyce,” lanjut Astrid.

Sebelum mengenal Milklife Soccer, Joice hanya bermain bola di lingkungan sekolah bersama teman-temannya. Kini, ia berlatih hampir setiap hari dan mulai menapaki jalur pembinaan usia dini.

Keseriusannya berbuah manis. Joice pernah merasakan bermain di salah satu stadion terbaik di Indonesia, Jakarta International Stadium (JIS). Ia juga rutin menjalani latihan terjadwal bersama klub dan pelatih privat.

“Latihan terus aja, makan dijaga, gak boleh minum es. Tiap hari latihan, sore pulang sekolah. Senin ikut Allstar Solo, Selasa dan Sabtu ikut SSB, Rabu dan Jumat latihan fisik privat, Minggu biasanya pertandingan,” kata Joyce yang mengidolakan Lionel Messi dan Claudia Scheunemann.

Semua rutinitas itu ia lakukan demi satu tujuan besar: menembus Timnas Putri Indonesia. “Ingin menjadi pemain Timnas Putri Indonesia,” ujarnya mantap.

Sementara itu, Head Scouting Talent Milklife Soccer Allstar Solo, Coach Maya, mengatakan pihaknya mendapat arahan langsung dari Timo Scheunemann untuk mencari bibit pemain muda terbaik di setiap seri.

“Arahan dari Coach Timo jelas: kualitas harus lebih baik dari series sebelumnya. Jadi kalau ada anak yang menonjol, langsung kami catat,” kata Coach Maya.

Ia menambahkan, timnya kini telah mengantongi 15 nama calon pemain untuk kategori usia 10 dan 12 tahun di luar skuad Allstar. “Kita pengennya bisa masuk final lagi. Selebihnya biar anak-anak menari di atas lapangan,” ujarnya.

Gelaran Milklife Soccer Series Solo sendiri telah digelar tiga tahun berturut-turut dan terus menjadi wadah penting bagi munculnya bibit muda berbakat, termasuk Joyce, yang kini mulai menapaki jalan panjang menuju panggung sepak bola nasional. (Bud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *