INDONNESIANEWS (Solo)–Mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo mendapatkan wawasan baru tentang dunia keuangan digital dalam kegiatan edukasi literasi keuangan yang digelar oleh KrediOne, bekerja sama dengan Program Studi Sarjana Terapan Perbankan dan Keuangan Digital UNS dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).
Bertempat di kampus UNS, acara ini berhasil menarik lebih dari 250 mahasiswa untuk hadir dan terlibat aktif dalam diskusi bertema “Mengenal Industri Finansial Teknologi.” Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk memahami lebih dalam tentang perkembangan industri fintech di Indonesia, terutama soal layanan pinjaman digital yang kini kian marak digunakan.
Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, seperti Prof. Herman Saputro (Dekan Sekolah Vokasi UNS), Diah Pramesti (Ketua Program Studi), Kuseryansyah (CEO KrediOne), dan Saat Prihartono (Wasekjen II AFTECH), yang berbagi perspektif tentang bagaimana teknologi telah mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan.
CEO KrediOne, Kuseryansyah, menekankan bahwa literasi keuangan digital merupakan keterampilan penting di era serba digital. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang kerap menjerat kaum muda.
“Melek finansial bukan hanya tahu cara pinjam uang lewat aplikasi, tapi juga tahu mana yang legal dan mana yang menipu. Literasi keuangan itu tentang bisa mengambil keputusan yang cerdas dan bijak,” ujarnya.
Menurut Kuseryansyah, produk pinjaman daring legal seperti Pindar hadir sebagai solusi pembiayaan yang cepat dan aman, serta dirancang untuk membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program literasi keuangan nasional yang terus didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). KrediOne berharap, kegiatan serupa bisa terus menjangkau lebih banyak kampus dan komunitas muda di seluruh Indonesia.
“Kami percaya, generasi muda yang cerdas finansial adalah kunci tumbuhnya ekonomi digital yang sehat di masa depan,” tutup Kuseryansyah. (Bud)












Komentar