oleh

DKPP Klaten Inventarisasi Aset, 26 Penyuluh Pertanian Kecamatan Turun Lapangan

-Ragam-274 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten menggelar acara Pengelolaan  Teknis PengelolaN Aset DKPP, di sebuah hotel yang ada di Klaten, Selasa (23-6- 2026).  Kegiatan ini melibatkan 26 Penyuluh Pertanian Kecamatan se-Klaten untuk mendata aset yang bisa dimanfaatkan penyuluh dalam pelayanan publik ke masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Klaten, Iwan Kurniawan mengatakan sistem pendataan aset selama ini belum dimanfaatkan optimal. Padahal aset harus terdata dengan baik.

“Prinsipnya aset itu harus terdata. Kita identifikasi, inventarisasi, cek apakah asetnya masih baik, layak, atau tidak. Kalau dikelola dengan baik dan didata, tentunya nanti akan ada kebijakan baru,” ujar Iwan Kurniawan di sela-sela acara Pengelolaan  Teknis PengelolaN Aset DKPP,

Iwan menjelaskan, jika hasil pendataan menemukan aset seperti kendaraan yang sudah rusak dan tidak bisa dipakai, maka pengadaan baru akan diusulkan tahun berikutnya. Pengadaan juga menyesuaikan program dari pemerintah pusat.

Dalam kesempatan sama, Iwan juga menanggapi keluhan petani terkait pupuk. Kondisi geopolitik global dinilainya berpengaruh ke banyak sektor, mulai dari plastik, minyak, sampai pupuk.

Untuk pupuk bersubsidi jenis urea, NPK, dan organik di Klaten, realisasi penyerapan baru sekitar 40% dari target stok. Iwan mendorong petani masuk ke kelompok tani dan membuat RDKK agar kuota kebutuhan terpenuhi.

“Kalau petani tidak mau masuk ke kelompok tani, tentunya kuotanya akan melalui jalur umum. Harganya tidak bisa dikendalikan seperti itu,” jelas Iwan.

Terkait bantuan pangan, penyalurannya dilakukan 2 bulan sekali dan sudah terdistribusi ke beberapa kecamatan. Sementara lainnya masih dalam proses.

DKPP bersama Bulog dan produsen juga turun lapangan menindaklanjuti laporan minyak tanah berbau. Hasilnya ditemukan 1 produsen di wilayah Wedi dan Ndek yang bermasalah. Produknya sudah ditarik dan akan diganti semua.

“Harapan kami, pendataan aset bisa administrasi dicatat dengan baik. Kalau terdokumentasi dengan baik, tentunya bisa memperlancar pelayanan kita kepada masyarakat dan menambah kekayaan daerah,” pungkas Iwan.

Kegiatan ini diikuti 26 Penyuluh Pertanian Kecamatan ditambah pengurus barang dari seluruh kecamatan se-Klaten. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *