oleh

Antusiasme Sepak Bola Putri Membara, 1.618 Siswi Ramaikan MilkLife Soccer

-Olahraga-78 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Semangat sepak bola putri di Kota Solo kembali bergelora melalui gelaran MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 2025–2026 yang berlangsung pada 10–15 Februari 2026. Kompetisi ini digelar di dua lokasi, yakni Lapangan Sepak Bola Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah.

Turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut diikuti 1.618 siswi dari 90 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Solo dan sekitarnya. Mereka terbagi dalam 64 tim kategori KU 10 dan 85 tim KU 12.

Jumlah partisipasi tersebut memperlihatkan konsistensi minat terhadap sepak bola putri. Pada MLSC Solo 2025 bulan Mei lalu, tercatat 1.016 siswi ambil bagian. Angka itu melonjak menjadi 1.736 peserta pada MLSC Solo Seri 1 2025–2026 yang digelar Oktober hingga November 2025. Sementara di seri kedua ini, 1.618 peserta tetap menunjukkan bahwa gairah kompetisi masih terjaga.

Persaingan di dua kategori usia dipastikan berlangsung ketat. Di KU 10, SD Al Azhar Syifa Budi Surakarta menjadi tim yang paling disorot setelah dua kali berturut-turut meraih gelar juara pada edisi sebelumnya.

Sementara di KU 12, peta persaingan lebih terbuka setelah dua edisi terakhir menghadirkan juara berbeda, yakni SD Djama’atul Ichwan dan SD Kristen Manahan Surakarta.

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Solo, Maya Susmita, melihat perkembangan signifikan dari sisi teknik maupun mental bertanding para peserta.

Menurutnya, kompetisi ini menjadi ruang penting untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter para pemain muda.

“Ambisi para siswi untuk menang terlihat jelas di setiap pertandingan. Mereka berlatih lebih serius, bahkan banyak yang menambah jam latihan di SSB. Untuk bisa terpilih dalam radar talent scouting menuju tim All Stars Solo, mereka harus memenuhi standar yang tinggi. Itu yang membuat mereka terpacu untuk tampil maksimal,” ujar Maya.

Salah satu peserta yang merasakan manfaat ajang ini adalah Lourinda Divya Tera Avantika, siswi kelas 5 MIN 9 Sragen yang berposisi sebagai sayap kiri. Ia telah mengikuti MLSC sejak KU 10 dan kini kembali bersaing di KU 12.

Tera mengaku sempat merasa kesulitan saat pertama kali mengikuti turnamen. Namun berkat latihan rutin bersama keluarga dan di sekolah sepak bola, kepercayaan dirinya meningkat. Ia pun memasang target besar untuk bisa memperkuat tim nasional Indonesia di masa depan.

Seluruh pertandingan dalam MLSC menggunakan format 7 lawan 7 yang dirancang agar pemain lebih aktif menyentuh bola dan terlibat dalam permainan.

Selain kompetisi utama, panitia juga menggelar Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang diikuti 89 peserta dari 26 SD dan MI. Program ini bertujuan menanamkan rasa senang dan cinta sepak bola sejak usia dini.

Tak hanya mengandalkan pertandingan antartim, MLSC juga menghadirkan Skill Challenge yang wajib diikuti seluruh peserta. Lima tantangan yang diperlombakan meliputi 1 on 1, penalty shoot, dribbling, passing control, dan shoot on target. Rangkaian ini menjadi bagian penting dalam menilai kemampuan individu pemain secara lebih spesifik.

Sebagai penutup rangkaian kompetisi, talenta-talenta terbaik dari 12 kota penyelenggara akan dipertemukan dalam ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang dijadwalkan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Juni 2026.

Ajang tersebut akan menjadi panggung pembuktian bagi para pemain muda terbaik hasil seleksi sepanjang turnamen bergulir.

Dengan konsistensi penyelenggaraan dan tingginya partisipasi, MilkLife Soccer Challenge terus membuka jalan bagi lahirnya generasi baru pesepak bola putri yang siap mengharumkan nama Indonesia di masa mendatang. (Bud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *