oleh

PNM Tanam 29 Ribu Pohon dan Perluas Program Pemberdayaan Masyarakat hingga Pelosok Negeri

-Ragam-22 views

INDONNESIANEWS (Solo)–PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas makna pemberdayaan masyarakat tidak hanya melalui akses permodalan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan lingkungan.

Melalui program PNM Peduli, perusahaan menanam sebanyak 29.000 pohon di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Program penghijauan tersebut dilaksanakan serentak di 58 cabang PNM yang tersebar di seluruh Indonesia. Masing-masing cabang menanam sedikitnya 500 bibit pohon sebagai kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga ekosistem daratan.

Selain menghadirkan manfaat lingkungan, gerakan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan penanganan perubahan iklim dan pelestarian ekosistem daratan.

Langkah tersebut melanjutkan kampanye keberlanjutan RE3 FOR-E yang sebelumnya berhasil mengumpulkan sekitar 20 ton pakaian layak pakai dari insan PNM. Pakaian tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan bersama buku bacaan untuk mendukung peningkatan literasi.

PNM menilai kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan kehidupan kedua bagi pakaian bekas yang masih layak pakai, membuka akses pengetahuan melalui buku, hingga menanam pohon yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Komitmen pemberdayaan juga diwujudkan melalui program PNM Mengajar yang menjangkau 58 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Sabang hingga Merauke. Melalui kegiatan tersebut, PNM berupaya menumbuhkan pengetahuan, kepedulian sosial, serta kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali, Suraji, mengapresiasi bantuan bibit pohon alpukat yang diberikan PNM kepada masyarakat Desa Caben, Kecamatan Kunti. Menurutnya, wilayah tersebut merupakan daerah resapan air yang sangat mendukung pengembangan tanaman alpukat.

“Pohon-pohon ini nantinya tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi warga melalui hasil panen, tetapi juga membantu meningkatkan daya resap air dan menjaga kestabilan tanah. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Melalui rangkaian program sosial, pendidikan, dan lingkungan tersebut, PNM berharap manfaat yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan tumbuh bersama masyarakat melalui lingkungan yang lebih hijau, akses pengetahuan yang lebih luas, serta peluang kehidupan yang semakin baik di masa mendatang. (Bud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *