oleh

Yakesma Jawa Tengah Hadirkan Cahaya Al-Qur’an di MTA TV. Kisah Haru Syifa, Santri Tuna Netra SLB Al Ishlah Jatisrono Wonogiri yang Menembus Batas

-Ragam-674 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Suasana studio MTA TV mendadak khidmat saat suara jernih Syifa Ayu Rahimah (10) mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an pada Jumat (20-2-2026) sore. Siswi kelas 4 SLB Al-Islah Jatisrono sekaligus santri binaan Rumah Inklusi Yakesma Jawa Tengah ini menjadi bintang tamu utama dalam program Spesial Ramadhan bertajuk “Penglihatan Terbatas, Bersinar Lewat Hafalan Al-Qur’an”.

Meski tumbuh dengan keterbatasan penglihatan (tuna netra), Syifa membuktikan bahwa kegelapan dunia tak mampu memadamkan cahaya Al-Qur’an di dalam hatinya.
Menembus Batas Melalui Kalam Ilahi.

Kehadiran Syifa di panggung nasional ini bukan sekadar kunjungan biasa. Didampingi oleh Ustadz Fahrur Rohman Guru Al-Qur’an SLB Al Ishlah Jatisrono dan juga dibersamai oleh tim Yakesma Jawa Tengah, Syifa menunjukkan kemampuannya menghafal Al-Qur’an dengan makhraj yang fasih dan suara yang mampu menyentuh relung hati penonton. Kegiatan ini bertujuan untuk menginspirasi masyarakat bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi dan menjadi penjaga wahyu Allah.

Selama acara berlangsung, Ustadz Fahrur menceritakan bagaimana kesehariannya Syifa dalam menghafalkan Al-Qur’an di SLB maupun diluar itu. Syifa menempa hafalan dengan metode pendengaran yang kuat (talaqqi). Antusiasme pemirsa terlihat dari banyaknya respon positif yang masuk selama siaran langsung, mengagumi keteguhan bocah kecil asal Wonogiri ini.

Pihak MTA TV yang membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi ini.
“Hari ini kita belajar bahwa mata boleh tidak melihat dunia, namun hati yang terpaut pada Al-Qur’an akan menuntun pemiliknya pada cahaya yang jauh lebih terang.” ujar pembawa acara MTA TV saat membuka kajian.

Kehadiran Ananda Syifa adalah teguran sekaligus motivasi bagi kita yang memiliki kesempurnaan fisik namun seringkali lalai dalam membaca kitab suci.

Sementara itu, perwakilan Yakesma Jawa Tengah yang mendampingi menyatakan bahwa Syifa adalah salah satu bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan di Rumah Inklusi. “Syifa adalah permata kami. Melalui dukungan para donatur, kami berkomitmen untuk terus membersamai anak-anak istimewa seperti Syifa agar mereka tidak hanya mandiri, tapi juga menjadi teladan bagi umat.”

Acara ditutup dengan pesan dan harapan agar lebih banyak anak-anak inklusi yang mendapatkan panggung untuk menyebarkan kebaikan. Yakesma Jawa Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program Rumah Inklusi agar lahir lebih banyak “Syifa” lain yang mampu menyinari dunia dengan hafalan Al-Qur’an mereka. (*/Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *