oleh

Tokoh Lintas Agama Dinilai Punya Peran Penting Merawat Kerukunan di Klaten

-Ragam-34 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi menegaskan, tokoh lintas agama memiliki peran penting dalam merawat kerukunan masyarakat melalui pendekatan dialogis, edukasi toleransi, dan aksi nyata di lapangan.

Hal itu disampaikan Syamsuddin saat memberikan penguatan kepada Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan dan Desa di Wonosari, Klaten, Rabu (13/5/2026).

“Mereka bertindak sebagai motivator dan mediator untuk mencegah konflik, serta agen moderasi beragama yang menanamkan nilai saling menghormati di tengah kemajemukan masyarakat,” katanya.

Menurut Syamsuddin, salah satu peran utama tokoh lintas agama adalah menjadi mediator konflik. Mereka sering kali menjadi pihak pertama yang menjembatani dialog dan menyelesaikan perselisihan antarumat.

“Terutama dalam menangani potensi konflik berdimensi sosial keagamaan dan intoleransi,” ujarnya.

Selain itu, para tokoh lintas agama juga mengadvokasi pesan toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Syamsuddin menyebut, tokoh agama berperan aktif menanamkan nilai-nilai moderasi agar umat tidak bersikap ekstrem dan tetap menghargai perbedaan.

Melalui dialog dan kolaborasi antarumat, para tokoh agama dinilai mampu menciptakan kerukunan yang kokoh, bukan sekadar hidup berdampingan.

“Para tokoh lintas agama menjadi teladan dalam menerapkan kerukunan, yang mencontohkan sikap tenggang rasa dan menghargai perbedaan,” ujarnya.

Syamsuddin menambahkan, keterlibatan tokoh agama sangat efektif dalam menyampaikan pesan damai, terutama dalam situasi sosial-politik yang dinamis. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pemimpin komunitas untuk merawat kerukunan di tingkat akar rumput.

Sementara itu, Camat Wonosari Sri Wahyuningsih mengatakan penguatan PKUB Desa di Kecamatan Wonosari sangat memerlukan pembinaan dan pendampingan. PKUB merupakan wadah berhimpunnya tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di setiap desa.

“Melalui PKUB sebagai wadah bertemunya para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di desa, ini menjadi sarana yang efektif untuk merawat kerukunan. Oleh karena itu perlu dirumuskan pembiayaannya melalui dana desa,” katanya.

Menurutnya, para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di desa menjadi penggerak bagi masyarakat dalam merawat kerukunan. Kecamatan Wonosari yang memiliki keberagaman dan heterogenitas masyarakat perlu terus melakukan upaya merawat kerukunan melalui tokoh lintas agama.

Sri Wahyuningsih menyambut baik kehadiran pengurus FKUB Kabupaten Klaten untuk agenda pembinaan dan forum dialog dengan PKUB Kecamatan dan PKUB Desa.

“Kami sampaikan terima kasih kepada pengurus FKUB Kabupaten Klaten yang telah hadir memberikan pembinaan menindaklanjuti pengukuhan PKUB Desa sebagai ikhtiar penguatan kerukunan,” pungkasnya. (*/Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *