oleh

TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 di Solodiran Klaten Resmi Ditutup

-Ragam-26 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten resmi ditutup. Upacara penutupan dilaksanakan di Lapangan Barat SDN 1 Solodiran pada Kamis (21-5-2026) lalu.

Kegiatan penutupan berlangsung khidmat dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”. Tema tersebut menjadi penegasan komitmen bersama TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin, Dandim 0723/Klaten menyampaikan bahwa pembangunan desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Desa diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di masa mendatang melalui pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Pangdam IV/Diponegoro juga menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara TNI, kementerian dan lembaga pemerintah, Pemda, Polri, serta seluruh elemen masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh Bupati/Wali Kota, Forkopimda, OPD, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, dan warga yang telah mendukung pelaksanaan TMMD selama satu bulan penuh.

Di akhir amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro berharap seluruh hasil pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam jangka panjang. Ia juga berpesan agar sarana dan prasarana yang telah dibangun dijaga dan dirawat bersama agar memiliki masa pakai yang panjang dan terus mendukung aktivitas masyarakat.

Kades Solodiran, Sukamta, mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak dalam pelaksanaan TMMD di desanya. “Atas nama Pemdes dan masyarakat Desa Solodiran, kami menyampaikan terima kasih kepada TNI Kodim 0723/Klaten, Pemkab Klaten, dan semua pihak yang terlibat. Masyarakat sangat antusias bergotong royong bersama TNI untuk membangun desa,” ujarnya.

Program TMMD menyasar wilayah desa tertinggal, terpencil, terisolasi, kawasan kumuh perkotaan, hingga daerah terdampak bencana. Di Desa Solodiran, sasaran fisik meliputi betonisasi jalan pertanian sepanjang 597 meter, pembangunan talud sepanjang 597 meter, rehabilitasi 3 unit rumah tidak layak huni, dan pembangunan 5 unit jamban. Kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan dan administrasi kependudukan juga telah dilaksanakan. “Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Sukamta. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *