INDONNESIANEWS (Klaten)–Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kecamatan Ceper, Klaten, menggelar Supervisi Pertanian bagi petani di desa Ngawonggo, Ceper, Klaten, Rabu (25-6-2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan dan produksi pertanian di wilayah tersebut.
Menurut PPL Pendamping di Desa Ngawonggo, Lilik Imam Utomo, kegiatan yang digelar berupa DAK non fisik dari Kabupaten Klaten untuk BPP kecamatan Ceper. “Jadwalnya hari ini supervisi semua seluruh kecamatan sama semua. Kegiatan supervisi untuk kelompok tani atau Gapoktan,” ujarnya.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui kegiatan kelompok, aktif atau tidak, kelompok itu maju atau tidak, untuk mensuport ketahanan pangan meningkatkan produksi dan lain sebagainya. Dengan demikian, PPL dapat memantau langsung kondisi lapangan dan memberikan bantuan yang tepat.
Untuk di desa Ngawonggo khususnya, ada 3 kelompok petani dan 1 Gapoktan. Dengan luasan lahan padi yang digarap sekitar 30ha dibagi 3 kelompok. “Untuk jumlah orangnya kurang lebih sekitar 50 orang,” tutur Lilik.

Menurut Lilik, produksi padi di Desa Ngawonggo untuk 1 ha mencapai 6,2 ton. Namun, sedikit terkendala serangan tikus yang menyebabkan produksi sedikit menurun. “Kami sedang berupaya untuk mengatasi masalah ini dengan memberikan penyuluhan kepada petani tentang cara mengendalikan hama tikus,” katanya.
Kegiatan supervisi ini dilaksanakan di Gedung PKK Desa Ngawonggo, yang menjadi lokasi strategis untuk pertemuan dan diskusi antara PPL dan petani.
Kepala Desa Ngawonggo, Noor Hafid Kalamullah, mengapresiasi kegiatan supervisi ini dan berharap dapat meningkatkan produksi pertanian di desanya. “Kami sangat mengharapkan bantuan dan dukungan dari PPL untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di desa kami,” katanya.
Dalam sambutannya, Noor Hafid juga menyampaikan bahwa desa Ngawonggo memiliki potensi besar dalam bidang pertanian. “Dengan adanya supervisi ini, kami berharap dapat meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di desa kami,” ujarnya.

Noor Hafid juga menambahkan bahwa untuk mendukung kegiatan pertanian, desa Ngawonggo memberikan bantuan modal kepada setiap anggota Gapoktan untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani. “Kami berharap bantuan modal ini dapat membantu meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di desa kami,” katanya.
“Kami sangat berterima kasih kepada PPL yang telah membantu kami dalam meningkatkan produksi pertanian di desa kami. Semoga kegiatan supervisi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi petani di desa kami,” tambah Noor Hafid.
Dengan adanya kegiatan supervisi ini, petani di desa Ngawonggo dapat memperoleh bantuan dan dukungan yang tepat untuk meningkatkan produksi pertanian. “Kami berharap dapat terus meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di desa kami,” kata Noor Hafid.
Melalui kegiatan supervisi ini, PPL dan petani dapat bekerja sama untuk meningkatkan ketahanan pangan dan produksi pertanian di desa Ngawonggo. “Kami siap bekerja sama dengan PPL untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di desa kami,” tutup Noor Hafid. (/Oe)














Komentar