INDONNESIANEWS (Solo)–Perayaan puncak HUT ke-74 Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) berlangsung hangat dan penuh nostalgia di Ballroom Hotel Sunan, Solo, Sabtu (25/10/2025) malam. Salah satu momen spesial adalah hadirnya legenda hidup bola basket Indonesia, Sony Hendrawan atau Liem Tjien Soen.
Ketua Umum PP Perbasi, Budi Djiwandono, secara khusus menyampaikan apresiasi atas dedikasi Sony bagi basket Indonesia. Sony tercatat sebagai ikon bola basket era 1960-an yang pada 2023 bahkan masuk dalam FIBA Hall of Fame — suatu pencapaian langka bagi atlet Asia.
Sejumlah prestasi monumental Sony turut dikenang publik, antara lain top skor dan MVP Piala Asia 1967, pencetak 43 poin ke gawang Korea Selatan pada Pra-Olimpiade 1964, peraih medali perak Ganefo 1963 dan 1966, serta medali emas PON VII 1969 bersama Jawa Timur.
“Bangga bisa membawa nama Indonesia di kancah internasional,” ucap Sony usai acara.
Terkait perkembangan basket tanah air saat ini, Sony menilai kehadiran pemain asing dalam liga profesional justru memberi dampak positif.
“Pemain luar negeri itu bisa memacu pemain kita. Kalau bersaing dengan level lebih tinggi, otomatis pemain lokal juga ikut berkembang,” tuturnya.
Sony juga menitip pesan kepada generasi muda agar tidak cepat puas dan terus berlatih disiplin demi membuka jalan menuju tim nasional.
“Harapannya semakin banyak atlet hebat bermunculan lagi dari Indonesia,” ujar pria 81 tahun itu.
Di sisi lain, Budi Djiwandono menyatakan Perbasi akan memperkuat pembinaan dari akar rumput. Salah satunya melalui kerja sama masif dengan sekolah-sekolah guna mengenalkan basket sejak usia dini.
“Kami akan turun ke sekolah-sekolah, edukasi guru olahraga, agar basket bisa kembali jadi olahraga populer sejak SD di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Perayaan HUT ke-74 Perbasi ini sekaligus menjadi refleksi sekaligus momentum menyatukan semangat baru untuk kebangkitan basket nasional. (Bud)









Komentar