oleh

SDIT Al Islam Sine Ngawi Jawa Timur, Lakukan Study Tiru Di SDIT Ar-Risalah Surakarta

-Pendidikan-257 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Sebanyak 44 pengajar atau guru di SDIT Al Islam Sine, Ngawi, Jawa Timur, melakukan Study Tiru di SDIT Ar-Risalah Surakarta, Sabtu (31-1-2026).

Tiba sekitar pukul 08.30 WIB, rombongan guru dari SDIT Al Islam Sine Ngawi yang dipimpin Kepala Sekolah, Abdulah Hasan Hamidi, S.Pd.I, disambut langsung Kepala Sekolah SDIT Ar-Risalah Surakarta, Dr. Sudradjat dan juga guru di sekolah tersebut.

Selanjutnya acara seremonial antara kedua sekolah berbasis Islam itu dilakukan di aula pertemuan lantai 1 SDIT Ar-Risalah Surakarta. Ada kata sambutan dari Kepala Sekolah masing-masing di hadapan para guru SDIT Ar-Risalah Surakarta dan SDIT Al Islam Sine, Ngawi, Jawa Timur.

Setelah sekitar 30 menit, rombongan guru dan Komite SDIT Al Islam Sine di bagi menjadi 3 kelompok untuk mendapat penjelasan terperinci terkait tata kelola (management) sampai sistem pengajaran atau pendidikan di SDIT Ar-Risalah Surakarta. Kegiatan itu berlangsung hampir 1 jam dan berakhir menjelang sholat Zuhur.

Menurut Kepala Sekolah SDIT Al Islam Sine, Ngawi, Jawa Timur, Abdulah Hasan Hamidi, S.Pd. I, memilih SDIT Ar-Risalah Surakarta sebagai tempat study tiru, karena melihat SDIT Ar-Risalah Surakarta sebagai contoh program terkait penerapan kurikulum adab kepada murid atau siswa yang sudah berhasil, sehingga akan diterapkan di SDIT Al Islam Sine, Ngawi.

“Sudah disampaikan (kurikulum adab-red) di SDIT Ar-Risalah ini dimana kedepannya kami akan berusaha untuk meniru terkait dengan penerapan kurikulum adab di sekolah,” ujarnya.

Dalam study tiru itu tambah dia ada 3 bidang yang mendapat perhatian dan telah dijelaskan oleh pihak SDIT Ar-Risalah Surakarta. “Untuk penyerapan tadikan ada beberapa bidang, ada bidang kurikulum, ada bidang kurikulum untuk menjadi Tahfiz, kemudian managerial dan lain sebagainya,” tuturnya.

“Kalau melihat dari apa yang kami serap tadi Alhamdulillah banyak sekali salah satunya pengelolaan terkait dengan komite sekolah trus program-programnya seperti apa, trus penerapan kurikulum adab di sekolah ini seperti apa Insya Allah banyak sekali ilmu yang kami dapat,” paparnya.

Dalam rombongan kata Abdullah Hasan Hamidi lagi ikut serta dalam study tiru yakni Ketua Yayasan Al Islam Sine dan Komite. Dan Ia berharap dengan kegiatan yang baru pertama dilakukan selama 20 tahun berdiri, SDIT Al Islam Sine bisa lebih maju dan lebih baik lagi terutama bisa berkontribusi dalam pembenahan adab di anak-anak (siswa-red) yang perlu perhatian. “Harapannya lembaga kami yabg ada di SDIT Al Islam Sine, Ngawi, kedepannya akan lebih maju lagi, lebih baik lagi terutama bisa berkontribusi dalam pembenahan adab di anak-anak yang mungkin akhir-akhir ini memang perlu perhatian,” tutupinya.

Dua guru SDIT Al Islam Sine Ngawi mengaku puas dengan penjelasan yang disampaikan pihak SDIT Ar-Risalah Surakarta dalam study tiru. “Saya kan managemen sekolah semua yang berkaitan dengan managemen sekolah baik pengembangan, kemudian pendanaan, kemudian pengelolaan semua kami tanyakan kepada SDIT Ar-Risalah dan semua dijelaskan dengan jelas untuk bisa diterapkan di SDIT Al Islam,”‘ujar Heri.

Pendapat senada dari guru. “Alhamdulillah kita banyak dapat materi yang kita dapat dari SDIT Ar-Risalah. Banyak sekali pertanyaan yang kami sampaikan kepada sekolah dan jawabannya sangat memuaskan terkait pengelolaan kelas dan akan Insya Allah akan kami terapkan di sekolah kami,” ujar Alifah Ulin Nuha

Sementara itu Kepala Sekolah SDIT Ar-Risalah Surakarta, Dr. Sudrajat, mengaku memang sejak beberapa tahun ini ada sejumlah sekolah baik dari Solo dan luar kota Solo, yang melakukan Study tiru atau study banding di sekolah yang Ia pimpin.

Apa keunguan SDIT Ar-Risalah Surakarta sehingga di jadikan tempat study tiru. “Sejak beberapa tahun ini SDIT Ar-Risalah Surakarta grand designnya memang sekolah adab dan Alhamdulillah beberapa sekolah sudah kita imbaskan dan beberapa sekolah menghendaki untuk langsung datang kesini. Sebelumnya Tahfidz, kemudian tahun-tahun (kurikulum) adab ini cukup berkembang di sekolah kami, banyak juga yang kesini itu diantaranya karena unggulan adab yang ada di sekolah ini,” ularnya.

Dalam study tiru itu tambah dia ada 4 bagian divisi sesuai yang diajukan pihak SDIT Al Islam Sine, Ngawi, Jawa Timur. Pertama bagian Tahfidz, terkait pengajaran Tahfiz yang ada di SDIT Ar-Risalah, kedua adab dan managemen kelas, dan empat terkait komite atau pengelolaan paguyuban wali murid. “Alhamdulillah tadi dari SDIT Al Islam yang di wakili Kepala sekolah sangat berterima kasih ada banyak ilmu baru yang ditularkan dari SDIT Ar-Risalah dan juga banyak hal yang mungkin disana ada tetapi belum begitu berkembang. Mereka sangat berterima kasih dengan adanya diskusi yang yang sangat bermanfaat,”tutupnya. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *