oleh

RRI Surakarta dan MANASA Ungkap Temuan Manuskrip Kuno di Eks-Karesidenan Surakarta

-Ragam-312 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Lembaga Penyiaran Publik RRI Surakarta bersama Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASA) dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (FIB UNS) menggelar program “Obrolan Komunitas” bertema “Penelusuran Manuskrip Kuno di Tanah Jawa” Kamis (20-8-2026) malam.

Program dialog budaya tersebut disiarkan melalui Programa 1 RRI Surakarta frekuensi FM 101 MHz, layanan streaming http://www.rri.co.id, aplikasi RRI Digital, serta YouTube Official RRI Surakarta.

Diskusi menghadirkan narasumber Dr. Asep Yudhawiraja, S.S., M.A., Dosen FIB UNS sekaligus Ketua MANASA Surakarta, Totok Yasmiran, S.S. Pengampu Museum Radyapustaka Surakarta, Adi Deswijaya, S.S., http://M.Hum. Dosen UNIVET Sukoharjo, serta Drs. Y. Suwanto, http://M.Hum., Dosen FIB UNS sekaligus Filolog Jawa.

Dalam penelusuran di wilayah eks-Karesidenan Surakarta, tim menemukan beragam koleksi naskah yang masih tersimpan di masyarakat.

Di Kabupaten Sragen, manuskrip ditemukan dalam koleksi pribadi, paguyuban, maupun komunitas. Hal ini menunjukkan naskah kuno masih hidup dan dirawat sebagai warisan keluarga.

Sementara di Kabupaten Boyolali, khususnya Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, ditemukan ratusan manuskrip bertema keagamaan seperti fikih, manasik haji, dakwah, serta naskah primbon Jawa. Ditemukan pula naskah pethung-pethung perpaduan tulisan Arab dan aksara Jawa. Temuan penting lainnya adalah tiga bendel besar manuskrip yang mendokumentasikan pengetahuan batik khas Tumang, mulai dari sejarah, bahan, teknik pewarnaan alami, desain, motif, hingga strategi pemasaran.

Adapun di Kabupaten Karanganyar, tim menemukan puluhan manuskrip koleksi perseorangan dengan keberagaman aksara dan bahasa. Koleksi tersebut meliputi naskah lontar serta naskah beraksara Jawa, Jawa Kuna, Bali, dan Sanskerta. Selain itu terdapat naskah pengetahuan tradisional seperti pengobatan dan perkerisan.

Ketua MANASA Surakarta Dr. Asep Yudhawiraja, S.S., M.A. mengatakan, “Manuskrip bukan sekadar benda peninggalan masa lalu, melainkan rekaman pengetahuan masyarakat yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari keagamaan, teknologi tradisional, seni, pengobatan, hingga sistem nilai.”

Filolog Jawa Drs. Y. Suwanto, http://M.Hum. menambahkan, “Melalui kajian filologi, teks-teks lama dapat dihidupkan kembali sehingga tidak berhenti sebagai koleksi, tetapi menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat masa kini.”

Kolaborasi RRI Surakarta, MANASA, dan FIB UNS menjadi langkah strategis menjembatani dunia akademik dengan masyarakat. Program “Obrolan Komunitas” merupakan komitmen RRI Surakarta dalam menjaga warisan budaya, memperkuat literasi sejarah, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian manuskrip Nusantara. (*/Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *