INDONNESIANEWS (Klaten)–Pemerintah Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Klaten, bersama seluruh pemangku kepentingan menggelar Rembug Stunting, di Gedung PKK Desa Ngawonggo, Kamis (17-7-2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Ceper, Supardiyono, S.IP., M.Si, Babinsa, Babinkamtibmas, Koordinator PLKB Kecamatan Ceper, Tenaga Ahli Dispermasdes Kabupaten Klaten, Ibu Happy, dan seluruh unsur pemangku kepentingan di Desa Ngawonggo, antara lain: Pemerintah Desa, BPD, perwakilan LKD (TP PKK, RW, RT, Karang Taruna), Kader Posyandu, Kader ILP, Kader TPK, Kader PAUD, KPM (Kader Pembangunan Manusia), Kepala Puskesmas Ceper, SDM PKH, serta tokoh agama dari Aisyiyah dan Muslimat NU.

Kepala Desa Ngawonggo, Noor Hafid Kalamullah, S.H., dalam sambutannya menekankan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab kader kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Ceper, Lasiyem, S.SiT, M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran Posyandu ILP dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis adalah bagian dari upaya promotif dan preventif Puskesmas dalam menekan angka stunting.
Sementara itu, Camat Ceper, Supardiyono, S.IP., M.Si., menyoroti bahwa persoalan stunting telah menjadi perhatian sejak tahun 2020. “Berbagai program telah dilakukan, namun tantangan masih ada. Kita harus evaluasi bersama dan merancang strategi yang lebih efektif ke depan,” tegasnya.

Ketua TPPS Desa Ngawonggo, Fitria Hastuti, S.P., dalam pemaparan laporan konvergensi stunting menyampaikan bahwa cakupan layanan intervensi stunting di Desa Ngawonggo telah mencapai 98,78%. Data tersebut bersumber dari Puskesmas, e-HDW, Posyandu, dan aplikasi Elsimil.
Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Pendamping Desa, mengemuka sejumlah usulan, antara lain, Perlunya peningkatan jangkauan penyuluhan stunting dan pola asuh anak berbasis keluarga, agar lebih banyak warga yang bisa memahami, Penguatan kapasitas kader kesehatan desa dan Stimulasi pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk pemenuhan gizi keluarga.
Menutup kegiatan, Tenaga Ahli Dispermasdes Kabupaten Klaten, Ibu Happy, menegaskan bahwa hasil rembug stunting ini akan menjadi bahan penting dalam Musrenbangdes mendatang. Ia juga menambahkan bahwa program penurunan stunting tetap menjadi prioritas nasional, bersama dengan upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PPATM). (*/Oe)














Komentar