oleh

PKK Desa Pandeyan Ngemplak Boyolali, Gelar Seminar Kesetaraan Gender Dalam Pola Asuh Anak Dan Pendidikan Seksual

-Daerah-230 views

INDONNESIANEWS (Boyolali)–PKK desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, menggelar Seminar bertema “Kesetaraan Gender Dalam Pola Asuh Anak dan Pendidikan Seksual”, di Gedung Serbaguna desa setempat, Selasa (9-12-2025) sore.

Kegiatan yang bertujuan
untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua tentang pentingnya kesetaraan gender dalam pengasuhan anak, serta memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menerapkan pola asuh yang adil dan setara bagi anak laki-laki dan perempuan itu menghadirkan narasumber Kepala DP2KBP3A Kabupaten Boyolali, dr. Ratri S Survivalina, MPA.

Dalam sambutannya Ketua PKK desa Pandeyan, Hana Rini Hastutik, SH, mengatakan kegiatan seminar dengan tema “Kesetaraan Gender Dalam Pola Asuh Anak dan Pendidikan Seksual” digelar untuk bagaimana orang tua menghilangkan stereotip gender, antara laki-laki dan perempuan.

Ia mencontohkan. “Misalkan anak laki-laki jangan main boneka dan masak. Selain itu untuk menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab tanpa membedakan jenis kelamin juga bagaimana pendidikan seksual untuk membekali anak dengan pengetahuan tentang tubuh sehingga menjadikan anak sehat dengan tidak adanya norma sosial yang membatasi perkembangan anak”, ujarnya.

Tujuan lain dari kegiatan itu tambah dia untuk memperingati hari ibu ke 97, Perempuan berdaya dan berkarya menuju Indonesia emas.

Ketua TP PKK Kecamatan Ngemplak, Yulianti Muhsoni, S TP, dalam kesempatan sama, sangat mendukung Seminar Kesetaraan Gender Dalam Pola Asuh Anak dan Pendidikan Seksual, karena banyak kasus-kasus kekerasan seksual pada saat ini.

“Sangat mendukung sekali dimana lawannya putra-putri kita itu diluar sana adalah kekerasan seksual sebagai salah satunya baik yang masih kecil, yang sedang, remaja, hingga dewasapun sampai menikahpun tidak menutup kemungkinan akan terjadi kekerasan apapun,” ujarnya.

Karena itu kata dia pendidikan seksual sangat dibutuhkan. “Harapan saya setelah dari sini agar dipertemuan PKK di RT agar bisa dibawa ilmunya, jadi kita tidak berhenti disini, poin-poin yang penting kita sebar ke RT masing-masing sehingga kegiatan seminar tidak sia-sia,” ujarnya.

Sementara itu dr. Ratri S Survivalina, MPA, mengatakan pentingnya terlebih dahulu memahami konsep gender, sebab yang ia lihat belum terfahaminya konsep gender inilah yang menyebabkan terjadi kasus-kasus kekerasan baik terhadap perempuan maupun pada anak.

Terkait dengan konsep gender yang kita diharapkan itu sebenarnya kata dia bagaimana bisa menjelaskan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan gender dan mampu membedakan mana gender dan mana jenis kelamin. Selain itu menjelaskan bahwa persoalan gender bukanlah persoalan perempuan saja tetapi persoalan kita semua baik laki-laki maupun perempuan serta menjelaskan bahwa yang dipersoalkan dalam gender adalah persoalan diskriminasi dan ketidakadilan kepada kedua jenis kelamin.

“Kita bisa melihat disekitar kita ada perempuan yang kelihatannya begitu nyaman, mendapat fasilitas dan materi tetapi yang lain tidak seperti itu. Ada yang bisa sekolah sampai tinggi S2,S3 tetapi ada yang sekolah meraih ijazah SMA saja harus dengan susah payah. Kenapa seperti itu karena persepsi gender yang masih salah di masyarakat,” ujarnya.

Peran gender tambah dia diarahkan kepada perempuan maupun laki-laki. “Jadi bukan perempuan saja tapi sebaiknya juga untuk laki-laki dalam rangka meningkatkan kemitra sejajaran yang harmonis dimana perempuan memiliki kesamaan hak kewajiban kedudukan peranan dan kesempatan yang dilandasi sikap perilaku saling menghormati, saling menghargai, saling membantu dan saling mengisi dalam pembangunan,” tuturnya. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *