INDONNESIANEWS (Solo)–Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Yayasan Amal Sahabat, Surakarta, menggelar kegiatan bertajuk Pengajian dan Pembagian Sembako, kepada 1030 Duafa, dari Solo Raya, di Gedung Ndalem Al Marsum, jalan Bhayangkara, Solo, Rabu (18-9-2025) pagi. Acara semakin semarak dengan penampilan Sholawat Senandung Bersama Asbio Nasyid dari guru SD Al Azhar Syifa Budi, Solo.
Hadir dalam acara itu Pembina Yayasan Amal Sahabat, H. Ahmad Purnomo, Ketua Yayasan Amal Sahabat, Dr. H. Sunarto Istianto, Direktur Al Azhar Syifa Budi, Sya’roni Kariem, S.Ag, M.Pd, Kepala Sekolah SMA Al Azhar Syifa Budi Solo, Maskur, S.Pd.
Sejak pukul 16.30 WIB, warga penerima sembako yang berasal dari berbagai daerah di Solo Raya, seperti Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, dan kota Solo, mulai berdatangan di tempat dipusatkannya acara.
Panitia telah menyiapkan kursi-kursi yang dijejer memanjang dibawah tenda yang dibuat khusus untuk kegiatan mulia tersebut. Namun karena banyaknya warga yang diundang sehingga panitia harus membagi waktu bagi penerima sehingga tidak sampai berdesak-desakan, yang bisa membahayakan jiwa.

Acara dimulai dengan pengajian dengan penceramah Ustadz Maskur. Dalam tausiyahnya mengatakan Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan kepada kita kesempatan untuk bisa memasuki atau hidup di bulan rabiul awal.
Bulan Rabiul awal kata dia merupakan bulannya Nabi. Salah satu diantara tandanya adalah para Nabi dilahirkan pada bulan tersebut. Maka sebagai salah satu wujud untuk mengikuti apa yang menjadi tauladannya nabi, yakni dengan gemar ber shodaqoh. “Maka pada hari ini para anggota amal sahabat juga sama ingin mengikuti jejak beliau untuk bersodaqoh,” ujarnya.
Untuk mengikuti apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW tambah dia tidak harus hanya bersodaqoh tetapi ada banyak sunah-sunah yang diajarkan kepada umatnya, seperti bunyi hadis yang sangat terkenal yang diberikan kepada sahabatnya Imam Alfarizi. “Beliau memberikan 3 pesan saja. Maka kata nabi jika kalian ingin bahagia dunia dan akhirat kelak 3 hal ini kamu pegang, kamu laksanakan, Insya Allah bahagia dunia dan akhirat selama-lamanya,”: tuturnya.
Dimana 3 hal itu kata dia lagi yakni pertama bertakwalah kalian kepada Allah SWT, dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya, dua bertaubat. “Manusia itu tempatnya salah dan lupa. Maka sebagai orang yang pernah salah dan lupa sebaik-baik seseorang itu dia mau bertaubat,” paparnya.

Ketua Yayasan Amal Sahabat Surakarta, Dr. H. Sunarto Istianto, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, sehingga terealisasi bantuan sembako ke 1030 warga kurang mampu (duafa).
Kepada penerima bantuan sembako Iapun meminta untuk tidak melihat jumlah sembako yang dibagikan. “Kok pembagiannya cuma sekian, dulu-dulunya banyak. Ini karena waktunya cepat berlalu, masih dalam suasana bulan maulid, beberapa hari lagi kita akan meninggalkan Maulud. Mudah-mudahan itu bisa memberikan sekedar rasa kepedulian kepada bapak-ibu yang akan menerima. Dan kepada donatur mendapat imbalan setimpal. Insya Allah akan mendapat keberkahan yang akan menjadi sangu kita di akhirat,” ujarnya.
Sementara itu Ketua panitia, Sya’roni Kariem, S.Ag.M.Pd, mengatakan kegiatan itu digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Jumlah penerima kata dia ada sebanyak 1030 orang berkategori tidak mampu (duafa).
Menyangkut dana kata dia berasal dari donatur yang dikumpulkan dari seluruh anggota Yayasan Amal Sahabat, Surakarta. Dan setelah terkumpul uang yang berhasil dihimpun sebesar 60 juta lebih.
Dengan kegiatan itu Ia berharap bisa meringankan beban warga kurang mampu ditengah kondisi ekonomi yang sulit. “Harapannya minimal dalam kondisi suasana yang agak sulit ini bisa membantu warga kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Pembagian sembako ditandai dengan penyerahan secara simbolis kantung kresek berisi sembako kepada 2 orang penerima oleh Pembina Yayasan Amal Sahabat, Surakarta, Ahmad Purnomo dan Ketua Yayasan Amal Sahabat, Dr.H. Sunarto Istianto. Untuk bisa mendapatkan sembako penerima wajib menyerahkan kupon kepada Panitia Pembagian Sembako
Pengajian yang dilanjutkan dengan pembagian sembako itu disambut baik oleh warga penerima, karena ditengah harga sembako tinggi masih ada pihak yang peduli dengan kesulitan warga kurang mampu.
Seperti disampaikan Amirun (60) warga Kemlayan, Serengan, Solo. “Saya sangat senang karena meskipun jumlahnya tidak banyak, setidaknya bisa sedikit mengurangi beban hidup keluarga,”ujarnya.
Hal senada disampaikan Jumiati (50) warga desa Sanggrahan, Makamhaji Sukoharjo, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci dan bersih-bersih. “Alhamdulillah sangat senang, bisa untuk menutupi kebutuhan sehari-hari,”: tuturnya. (Oe)














Komentar