INDONNESIANEWS (Klaten)–Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa pengembangan Desa Sadar Kerukunan Berbasis Budaya dapat menjadi ikhtiar efektif untuk merawat kerukunan di masyarakat.
Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat memberikan sambutan pada acara pertemuan lanjutan para tokoh lintas agama dan Pimpinan ormas keagamaan dan sejumlah Sanggar seni budaya terkait rencana pembentukan DesaSadar kerukunan berbasis budaya di Kantor Kelurahan Jatinom Kecamatan Jatinom Klaten Rabu ( 28/5/2025 )
Meurut Syamsuddin Asyrofi pengembangan kesadaran kerukunan melalui pendidikan dan sosialisasi, masyarakat dapat memahami pentingnya kerukunan dan toleransi.
“Mengoptimalkan potensi budaya llokal dapat menjadi kekuatan untuk membangun kerukunan dan harmoni di masyarakat.” katanya.
Dikatakan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat dapat terlibat aktif dalam kegiatan yang mempromosikan kerukunan dan toleransi.
“Mengembangkan nilai-nilai universal seperti kasih sayang, empati, dan saling menghormati dapat menjadi landasan untuk membangun kerukunan.” ujarnya.
Menurut Syamsuddin peningkatan kerja sama antar komunitas Desa Sadar Kerukunan dapat menjadi contoh bagi komunitas lain untuk bekerja sama dan membangun kerukunan.
“Dengan demikian pengembangan Desa Sadar Kerukunan Berbasis Budaya dapat menjadi model yang efektif untuk merawat kerukunan di masyarakat” pungkasnya.
Sementara itu Drs. H. Ismadi, M.Pd Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM ) Jatinom Klaten mengapresiasi rencana pengembangan Desa sadar kerukunan berbasis budaya di Jatinom.
“Saling menghormati, jaga toleransi, kerjasama dengan budaya lokal yang ada menjadi modal dasar untuk merawat kerukunan di masyarakat ” katanya.
Sementara itu H. Kamtono selaku Ketua PKUB Kecamatan Jatinom mengaku senang diangkatnya Nilai-nilai budaya di Jatinom sebagai sarana perekat untuk mewujudkan kerukunan di masyarakat.
“Pembentukan Kelurahan/Desa Sadar kerukunan berbasis budaya di Jatinom mendorong terwujudnya masyarakat yang aman damai dan sehahtera.” kata Jamtono.
Di tempat yang sama Hariyadi selaku ketua Dewan Kesenian Kecamatan Jatinom mengaku senang mendapat dukungan dari semua pihak dengan perhatiannya terhadap nilai-nilai budaya di Jatinom.
Sedangkan Ketua Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig ( P3KAG ) Jatinom Daryanto sangat senang mendengar apresiasi dari semua yang gadis dalam pertemuan ini.
“Membangun kerukunan dengan seni budaya dengan membangun ekosistem di masyarakat dengan kegiatan seni dan budaya dengan tema kerukunan agama dan budaya adalah wujud nyata ikhtiar merawat kerukunan” katanya.
Sebagai pekerja seni dan budaya Daryanto berharap adanya kegiatan yang bersinergi dengan pemerintah, bukan sebagai wacana saja dan adanya tindaklanjut yang kokngkrit dengan melibatkan semua potensi yang ada di Jatinom. (*/Oe)














Komentar