oleh

Pemdes Ngawonggo Ceper Klaten Gelar Musdes Penetapan BLT Dana Desa 2026

-Ragam-208 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Pengurangan jumlah nominal Dana Desa (DD) 2026 secara signifikan hingga lebih 60% oleh pemerintah pusat, membuat para kepala desa ditanah air melakukan skala prioritas dan terpaksa membatalkan program lain yang sudah direncanakan sejak tahun sebelumnya.

Seperti di desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Klaten, Pemdes setempat bahkan harus mengundang perwakilan seluruh RT dalam Musyawarah Desa untuk menetapkan Bantuan Langsung Tunai, Tanah khas untuk pembangunan Koperasi Merah Putih dan Penetapan APBDes, di Gedung PKK desa Ngawonggo, Selasa (6-1-2026).

Hadir dalam acara itu Camat Ceper, Supardiono, Kades Ngawonggo, Noor Hafid Kalamullah, Perwakilan Koramil Ceper dan dan Ketua BPD desa Ngawonggo. Musdes itu digelar setelah keluarnya informasi jumlah Dana Desa yang diterima desa Ngawonggo 2026 dan peruntukannya.

Menurut Kades Ngawonggo Noor Hafid Kalamullah di hadapan ratusan warga peserta Musdes, pihaknya baru mengetahui informasi DD dan jumlah DD yang diterima desa Ngawonggo pada tanggal 30 Desember 2025, namun belum mengetahui peruntukannya. Dimana untuk tahun 2026 desa Ngawonggo mendapatkan DD sebesar 373juta, sangat jauh berkurang dari DD tahun 2025 sebesar 1,1 Milyar.

Baru kata dia Jumat (1-1-2026) lalu pihaknya mengetahui untuk apa saja DD yang diterima seperti BLT bagi warga kurang mampu, Ketahanan pangan, koperasi desa, Kesehatan, PKK, Pokdarwis dan lain sebagainya. “Informasi peruntukan Dana desa baru kami terima Jumat lalu,” ujarnya.

Dampak dari efisiensi DD hingga lebih dari 60% bagi desa Ngawonggo tambah Noor Hafid Kalamullah di sela-sela acara Musdes diantaranya jumlah penerima BLT bagi warga kurang mampu yang sebelumnya sebanyak 38 orang berkurang menjadi 10 orang. Selain itu kegiatan fisik untuk 2026 dari DD juga di tunda. “Jadi diutamakan untuk Posyandu, PKK, KWT, dan program-program dari pemerintah kita utamakan dulu. Terus untuk diluar itu untuk guru ngaji dan 2 PAUD tetap menerima DD dan dana bantuan tetap atau tidak berubah dari tahun sebelumnya sebesar 30juta,” tuturnya.

Sementara untuk kegiatan yang dihilangkan sebagai dampak dari berkurangnya DD kata Noor Hafid Kalamullah lagi seperti Kegiatan organisasi dan 17 Agustus untuk tahun 2026 tidak ada. “Jadi kemarin-kemarin yang kita suport kegiatan Nahdiyin (NU), kegiatan Muhammadiyah dan 17 Agustus untuk tahun kita ngga ada,” paparnya.

Selain jumlah DD yang terjun bebas, menurut Noor Hafid Kalamullah, penurunan juga terjadi pada jumlah Anggaran Dana Desa (ADD) dari pemerintah daerah. Bila sebelumnya jumlah ADD yang diterima desa Ngawonggo sebesar 390juta, di tahun 2026 turun menjadi 339juta. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *