oleh

Pemdes Malangjiwan Klaten Gelar Tradisi Memetri Banyu Di Festival Tirta Wijaya

-Budaya-897 views

INDONNESIANEWS (Klaten)–Pemerintah desa Malang Jiwan, Klaten, Jawa Tengah, menggelar Festival Budaya Tirta Wijaya Festival, selama 2 hari mulai Senin (6-10-2025) hingga Selasa (7-10-2025) ini. Kegiatan itu bertujuan untuk melestarikan budaya Jawa yang telah diwariskan turun-temurun.

Dihari pertama Festival Tirta Wijaya, di isi dengan sarasehan Pokdarwis di Joglo Umbul Betek, Malang Jiwan, yang dihadiri sejumlah pegiat wisata dari sejumlah desa di Klaten. Sarasehan itu menghadirkan pembicara mulai pegiat wisata, akademisi dan pejabat dari dinas Pariwisata Klaten.

Rangkaian acara berikutnya diisi Memetri banyu, yaitu mengambil air dari 2 sumber mata, yakni Umbul Betek dan Umbul Brintik. Prosesi pengambilan air dikedua sumber mata air alami itu dilakukan oleh sejumlah perangkat desa menggunakan pakaian adat Jawa.

Setelah doa yang dipimpin seorang pemuka agama setempat, menggunakan gayung 2 orang perangkat desa mengambil air dari umbul Brintik dan dimasukkan kedalam wadah 2 kendi yang telah disiapkan sampai penuh.

Kendi berisi air Umbul Betek dan umbul Brintik itu kemudian dengan berjalan kaki diarak menuju Kantor desa Malang Jiwan yang berjarak sekitar 400 meter. Sekitar 15 menit peserta arak-arakan pembawa 4 kendi berisi air dari 2 sumber mata air itu dibawa tiba di Aula Kantor desa.

Kedatangan rombongan pembawa air disambut Kades Malang Jiwan, Supriyanto. Selanjutnya oleh Supriyanto air yang ada di 4 kendi itu satu persatu dimasukkan kedalam wadah gentong. Kembali pemuka agama Islam mendoakan tradisi Memetri banyu untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat desa Malang Jiwan.

Setelah ditutup doa diawali kepala desa dan diikuti perangkat desa serta peserta lainnya meminum air dari sumber mata air Umbul Betek dan Umbul Brintik. Bagi mereka yang percaya dengan meminum air alami itu bisa memberikan berbagai manfaat bagi tubuh.

Menurut Kades Malang Jiwan diharapakan dengan kegiatan itu masyarakat desa Malang Jiwan “Gemah Ripah Loh Jinawi Tansah Pinayungan Dining Gusti”. Dan Bumdes sebagai pengelola 2 sumber mata air itu bisa membawa kemaslahatan dan kemakmuran bagi masyarakat setempat.

Setelah sesaat diletakkan di dalam Aula desa, malam harinya dilakukan acara kenduri banyu. Dimana dalam momen tersebut setiap RW memberi tumpeng dan akan didoakan oleh pemuka dari lintas agama yang ada di desa Malang Jiwan “Tokoh-tokoh agama akan mendoakan nanti terkait dengan air yang telah kita satukan ini,’ ujarnya.

Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan desa Malang Jiwan itu semakin semarak dengan tampilan kesenian oleh warga setempat di panggung yang disiapkan tidak jauh dari kantor desa. Rangakaian Festival Tirta Wijaya hari ke 2 di isi dengan kirab budaya yang diikuti warga Malang Jiwan dan ditutup dengan Pagelaran wayang kulit pada malam harinya. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *