oleh

Warga Sawahan Ngemplak Boyolali, Tutup Akses Jalan Menuju Lokasi Acara Mimbar Rakyat Adili Jokowi Makzulkan Gibran

-Daerah-328 views

INDONNESIANEWS (Ngemplak, Boyolali)–Warga desa Sawahan, Ngemplak, Boyolali, yang menolak tempat tinggalnya dijadikan lokasi acara Mimbar Rakyat Adili Jokowi Makzulkan Gibran, menutup akses jalan menuju lokasi acara di RT 05 Rw 05, dukuh Karangmojo, desa Sawahan, Ngemplak, Senin (27-10-2025).

Sementara aparat kepolisian dari Polsek Ngemplak dan Polres Boyolali, serta Koramil Ngemplak, berjaga-jaga disekitar lokasi acara untuk menjaga kemungkinan yang tidak diinginkan dari kedua belah pihak yang bersebrangan.

Sejumlah warga Rt 05 Rw 05, dukuh Karangmojo, Sawahan dengan membawa sejumlah bambu panjang, dan kayu berjalan menuju pintu masuk terowongan tol Solo-Ngawi, yang merupakan akses satu-satu dari arah timur menuju dukuh Karangmojo, Sawahan, Ngemplak, Boyolali. Ditempat itu mereka menutup akses jalan menggunakan bambu dan kayu dan hanya menyisakan sedikit jalan yang hanya bisa dilewati pejalan kaki dan kendaraan bermotor. Warga juga memasang spanduk bertuliskan “Kami masyarakat cinta damai Kami menolak kegiatan provokatif di desa kami”.

Warga meminta peserta Mimbar Rakyat mengeluarkan mobilnya dari pemukiman warga tempat lokasi kegiatan. Foto oedin

Selain akses jalan timur, warga juga melakukan hal sama dengan menutup jalan masuk ke dukuh Karangmojo dari sebelah barat, menggunakan kursi panjang dan bambu panjang.

Selain menutup akses jalan dari kedua sisi warga mendatangi seorang peserta Mimbar Rakyat yang diketahui telah masuk disekitar acara menggunakan mobil. Warga tidak mengusir peserta tersebut hanya meminta untuk memarkirkan kendaraan diluar dukuh Karangmojo. Peserta terlihat hanya bisa menuruti permintaan dengan mengeluarkan mobil yang dikendarai.

Warga juga menjumpai 3 peserta lainnya yang sudah berada tidak jauh dari lokasi acara. Saat ditanya mereka mengaku berasal dari Semarang dan telah diberitahu Panitia penyelenggara bahwa acara batal digelar ditempat tersebut dan dipindah di sebuah hotel di Solo. “Kami sedang mobil jemputan sewaan untuk menuju lokasi acara baru di hotel Solo,” ujar peserta tersebut.

Warga Rt 05 Rw 05 dukuh Karangmojo, mengaku melakukan aksi penutupan akses jalan menuju lokasi acara Mimbar Rakyat karena tidak ingin tempat tinggalnya dijadikan ajang kegiatan yang bisa memecahbelah kerukunan, persatuan dan kesatuan warga.

Seperti disampaikan Wagiman. “Warga menolak 100%. Kampung kami sudah damai, tidak mau diresahkan tukang provokatif. Nanti bisa memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat. Sudah tenang tidak mau ada kericuhan seperti demo kemarin,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan warga lainnya, Agus Wibowo. “Sebenarnya saya tidak tahu menahu. Kan banyak warga yang menolak seharusnya juga acara seperti itu tidak di kampung seperti ini, seharusnya dilaksanakan di tempat terbuka. Jadi saya menolak,” ujarnya.

Sementara itu koordinator warga Joko Sasono, mengatakan warga menolak sebab selain tidak ada izin dari warga dan desa, kegiatan Mimbar Rakyat itu dari temanya Adili Jokowi Makzulkan Gibran, sangat provokatif dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan warga dukuh Karangmojo khususnya dan warga desa Sawahan,” umumnya.

Acara Mimbar Rakyat sendiri rencananya digelar Senin-Selasa (27/28-10-2025) di sebuah lahan kosong milik salah seorang penggagas acara. Panggung telah didirikan sejak Minggu pagi dan terdapat spanduk bertuliskan nama kegiatan dan tema. Demikian juga kursi-kursi plastik untuk peserta telah tersusun rapi didepan panggung. Namun akibat adanya penolakan dari warga masyarakat Sawahan, yang Minggu (26-10-2025), menggelar demo di kantor desa Sawahan, tidak terlihat adanya aktifitas Panitia dan peserta di sekitar lokasi acara. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *