oleh

Indonesia Amankan Enam Emas Sebagai Juara Umum di Polytron Para Badminton 2025

-Olahraga-588 views

INDONNESIANEWS (Solo)—Indonesia kembali menunjukkan dominasinya di ajang Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 yang berlangsung di GOR Indoor Manahan, Solo. Sepanjang turnamen yang digelar sejak 29 Oktober hingga 2 November itu, para pebulutangkis Merah Putih sukses merebut enam medali emas dari total 21 nomor pertandingan dan memastikan diri mempertahankan gelar juara umum untuk kali keempat secara beruntun.

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang dan menegaskan komitmen Polytron dalam mendukung semangat juang para atlet difabel Indonesia.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari turnamen ini. Sejalan dengan semangat Always On, kami berharap kemenangan ini bisa menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berprestasi di level dunia. Untuk yang belum berhasil, semoga turnamen ini menjadi pengalaman berharga,”ujar Tekno.

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menilai peningkatan status turnamen menjadi Grade 2 Level 1 membuat persaingan di setiap sektor kian ketat. Meski jumlah emas yang diraih Indonesia menurun dari tahun sebelumnya (10 emas dari 20 kategori), Yoppy tetap mengapresiasi perjuangan para atlet yang tampil maksimal sebagai tuan rumah.

“Raihan enam emas ini menunjukkan bahwa daya juang atlet kita tetap luar biasa. Persaingan makin berat, tapi semangat mereka justru makin besar. Ini bukti bahwa regenerasi atlet para badminton Indonesia berjalan baik,” tutur Yoppy.

Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, juga bersyukur atas keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah sekaligus juara umum. Ia berharap turnamen berskala dunia lain dapat kembali digelar di Tanah Air, termasuk Kejuaraan Dunia Para Badminton di masa depan.

“Ini bukti bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah event internasional dengan sukses. Kami harap ke depan Indonesia bisa dipercaya menggelar Kejuaraan Dunia. Terima kasih kepada seluruh atlet yang telah mengharumkan nama bangsa,” ucap Senny.

Salah satu penyumbang emas Indonesia datang dari Qonitah Ikhtiar Syakuroh, tunggal putri SL 3, yang berhasil mengalahkan unggulan kedua asal Nigeria, Mariam Eniola Bolaji. Pertandingan final berlangsung singkat setelah Bolaji mengalami cedera di gim pertama saat tertinggal 16–20, membuat Qonitah otomatis keluar sebagai juara.

“Awalnya saya cukup tegang karena lawan saya sangat kuat. Tapi saat dia cedera, saya hanya bisa bersyukur dan berharap dia cepat pulih. Kemenangan ini saya persembahkan untuk orangtua dan tim pelatih,” kata Qonitah, yang kini menempati peringkat satu dunia.

Atlet berusia 23 tahun itu menargetkan prestasi lebih tinggi dengan membidik medali emas di ASEAN Para Games 2026 di Thailand.

“Saya ingin menjadikan hasil ini sebagai langkah awal untuk meraih emas di ASEAN Para Games nanti,” ujarnya.

Selain Indonesia, India juga tampil gemilang dengan lima setengah medali emas, menempatkan diri sebagai runner-up klasemen akhir. Salah satu bintangnya adalah Naveen Sivakumar, yang tampil sensasional di final tunggal putra SL 4. Ia berhasil menundukkan juara Paralimpiade 2020 dan 2024 asal Prancis, Lucas Mazur, melalui pertarungan tiga gim: 17–21, 23–21, dan 21–12.

“Rasanya luar biasa bisa menang di turnamen besar seperti ini. Mengalahkan juara Paralimpiade bukan hal mudah, tapi saya berusaha fokus pada permainan sendiri,” ujar Naveen yang kini menargetkan tampil di Kejuaraan Dunia.

Dengan keberhasilan ini, Indonesia kembali menegaskan diri sebagai kekuatan utama dalam dunia para badminton. Dukungan penuh dari sponsor, federasi, dan pelatih menjadi pondasi kuat untuk menjaga tradisi juara di level internasional.. (bud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *