oleh

Gusti Moeng Lakukan Re-Opening Wisata Alam Resto Mbah Lurah Klaten

INDONNESIANEWS (Klaten)–Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, melakukan Re-Opening Wisata Alam Resto Mbah Lurah di Desa Ngaran, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Sabtu (16-8-2025). Anak dari Raja Keraton Solo, Sri Susuhunan Pakubuwono PB X itu datang bersama suaminya, KPH Eddy Wirahbumi.

Keduanya disambut oleh Pakoso atau abdi dalem Keraton Solo yang tinggal di Klaten dan Owner Wisata Alam Resto Mbah Lurah, Yuli Purnama, serta istrinya, Lis Yuli Mardiyanti. Selama di tempat itu, Gusti Moeng melakukan pembicaraan ringan bersama Yuli Purnama di salah satu ruang santai yang biasa dipakai pengunjung menikmati hidangan kuliner.

Selain itu, Gusti Moeng menyempatkan bertemu puluhan Abdi dalem dan memberikan sambutan. Setelah itu, Gusti Moeng berjalan menuju pintu masuk untuk melakukan penandatanganan Batu Prasasti Re-Opening Wisata Alam Resto Mbah Lurah. Saat melakukan penandatanganan, mantan anggota DPR RI itu didampingi oleh KPH Eddy Wirahbumi dan disaksikan oleh Owner Wisata Alam Resto Mbah Lurah.

Sebelum meninggalkan lokasi, Gusti Moeng dan KPH Eddy Wirahbumi kembali menandatangani kanvas lukisan Gunungan, cinderamata yang akan diberikan kepada pemilik Wisata Alam Resto Mbah Lurah.

Kepada media, disela-sela acara, Gusti Moeng mengaku sangat mendukung dan senang karena selain meningkatkan ekonomi, juga pelestarian sebuah rumah yang (joglo) sudah ratusan tahun berdiri.

Ia berharap bangunan bersejarah tua bisa dirawat dan dilestarikan keberadaannya. “Semoga ini juga diikuti oleh orang-orang yang punya rumah peninggalan orang tuanya untuk dijaga pelestariannya supaya tetap utuh dan terawat,” ujarnya.

Selain itu, Gusti Moeng berharap agar pemilik Wisata Alam Resto Mbah Lurah memperhatikan masalah resapan air untuk kelestarian air-air yang ada di umbul. “Dengan rumah yang halaman besar ini juga resapan air bisa membantu lestarinya air-air yang di umbul-umbul sekitar sini. Semoga Resto ini tetap lestari,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gusti Moeng juga melihat adanya gambar PB X yang terpasang di salah satu sudut Resto Mbah Lurah. “Dari cerita eyangnya Pak Yuli itu bahwa Mbah buyutnya beliau seorang sopir di Keraton Solo, ini masih kami cari supaya nyambung lagi antara keluarga Pak Yuli dan Keraton Surakarta, karena Raden Ngabehi berarti masih ada garis keturunan,” paparnya.

Sementara itu, Owner Wisata Alam Resto Mbah Lurah, Yuli Purnama, mengaku senang dan melihat kedatangan Gusti Moeng sebagai sebuah kehormatan untuk kembali melakukan Re-Opening tempat usaha Wisata Alam Resto Mbah Lurah yang sudah digelar pada 15 Februari 2025 lalu.

“Alhamdulillah, saya sangat senang Gusti Moeng sudah kerso rawuh (bisa datang) di Wisata Mbah Lurah. Ini buat saya dan keluarga besar Mbah Pujo Sunarno adalah sebuah kehormatan beliau bisa datang ke sini bisa Re-Opening lagi. Jadi tetap 15 Februari untuk Grand openingnya, ini beliau dari sisi Keraton,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *