INDONNESIANEWS (Klaten)–Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu Wandansari atau Gusti Moeng, rencananya akan melakukan Re Opening Wisata Alam Resto Mbah Lurah di Dukuh Nglegok, Desa Ngaran, Polanharjo, Klaten, Sabtu (16-8-2025) besok. Re Opening oleh salah satu anak dari Raja Keraton Solo PB XII itu akan dilakukan dengan penandatanganan Batu Prasasti.
Menurut pemilik Wisata Alam Resto Mbah Lurah, Yuli Purnama, rencana kunjungan dari Gusti Moeng itu berawal dari kedatangan tamu yang makan di tempat usahanya. Tamu memuji tempat yang asri dan alami serta bangunan berbentuk joglo tempat usaha yang masih kuat hingga terlihat unik.
Yuli lalu mengajak tamu tersebut berkeliling tempat usaha. Saat itulah tamu yang juga merupakan orang Keraton Yogyakarta melihat gambar PB X di salah satu sudut Resto. Tidak hanya gambar PB X, orang tersebut juga melihat ada tanda kekancingan atau gelar dari Keraton Solo milik kakek nenek Yuli yang berada berdekatan dengan gambar PB X.
Menurut Yuli, gambar PB X dan tanda pemberian gelar beraksara Jawa tersebut sudah ada sejak Ia kecil, 56 tahun lalu. “Gambar lukisan atau foto PB X sudah ada sejak saya kecil,” ujarnya.

Setelah melihat gambar PB X itu, orang dalam Keraton Yogyakarta itu menawari untuk mendatangkan Gusti Moeng langsung ke tempat itu. Yuli tidak keberatan dan setuju, bahkan merasa menjadi sebuah kehormatan apabila Gusti Moeng mau ke tempat tersebut.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Gusti Moeng dan rencana akan datang Sabtu besok. Gusti Moeng juga telah menyerahkan penyambutan kedatangan ke ketua Pakoso (abdi dalem) wilayah Klaten, Haryanto,” tuturnya.
Menurut Yuli, Ia sendiri sudah berkomunikasi dengan ketua Pakoso terkait tata cara penyambutan Gusti Moeng. Gusti Moeng sendiri rencananya akan disambut puluhan Pakoso yang ada di Klaten.
Selain datang untuk menandatangani Prasasti, Gusti Moeng rencananya akan melakukan reuni dengan 4 orang warga setempat yang merupakan teman Gusti Moeng saat kuliah di Sastra Jawa UNS.
Untuk menyambut Gusti Moeng, Yuli mengaku tidak memiliki persiapan khusus. Dan untuk karyawan karena waktu yang mendesak sehingga hanya memakai blangkon. “Karyawan cuma pakai blangkon. Nanti juga ada musik keroncong minimalis,” paparnya.

Sementara itu, setelah ditandatangani, prasasti rencananya akan diletakkan berdekatan dengan pintu masuk samping kolam, sehingga para tamu bisa melihat Prasasti yang terbuat dari batu asli warna hitam.
Dengan adanya kunjungan Gusti Moeng ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya dan tradisi Jawa.
Gusti Moeng sendiri merupakan salah satu tokoh penting dalam Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yang memiliki peran penting dalam melestarikan budaya dan tradisi Jawa.
Kunjungan Gusti Moeng ke Wisata Alam Resto Mbah Lurah ini diharapkan dapat membawa berkah dan kesuksesan bagi usaha tersebut, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya dan tradisi Jawa. (Oe)














Komentar