INDONNESIANEWS (Sukoharjo) — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Luwang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, mulai ramai dengan terpasangnya alat peraga berupa spanduk dan poster di sejumlah titik strategis desa, salah satunya milik calon Dwi Joko Hartanto (49).
Spanduk milik warga Dukuh Ngoro-oro RT 02 RW 04, Desa Luwang, Gatak, Sukoharjo itu terlihat terpasang di wilayah Dukuh Tumpeng dengan jargon “Satu Komando, Satu Suara, Menang Bersama!!”.
Calon yang sehari-hari memiliki usaha pembesaran bibit lele tersebut mengaku memutuskan ikut kontestasi Pilkades karena menilai Desa Luwang membutuhkan sosok yang benar-benar ingin membangun desa agar lebih maju dan bermartabat, mengingat selama ini pembangunan di Desa Luwang terkesan stagnan.

Selain itu kata Dwi Joko Hartanto, keputusannya mencalonkan diri berawal dari permintaan masyarakat. “Ayo pak (daftar), kita benahi bareng-bareng desa,” ujarnya menirukan permintaan warga. Dari situlah kemudian dibentuk tim pemenangan dan mengalir dukungan dari berbagai pihak, mulai dari teman sekolah sejak SMP, wali siswa voli, hingga warga yang ikut menjadi donatur meski hanya membawa gula, teh, maupun rokok, sehingga ia lebih semangat dan percaya diri.
Keputusan tersebut, lanjut dia, telah melalui pertimbangan matang dan mendapat dukungan kuat dari keluarga. “Kami dan keluarga bersepakat untuk ingin membangun Desa Luwang agar lebih maju dan bermartabat. Dari trah keluarga besar kita kumpulkan juga untuk mohon doa restu,” ujarnya.
Dwi Joko Hartanto yang juga pelatih voli di kampungnya tersebut mengusung Visi mewujudkan masyarakat Desa Luwang yang BERSERI, yaitu Bersih, Empati, Religius, Sejahtera, Rapi dan Indah.
Untuk mewujudkan visi tersebut, mantan pengurus Ranting PDI-P Kecamatan Gatak itu memiliki sejumlah Misi, antara lain pembenahan kinerja perangkat desa. “Dari kedisiplinan, dari job desknya masing-masing kita akan lebih tertibkan,” tuturnya.

Lalu pemberian layanan gratis untuk Surat Keterangan Waris (SKW). “Insya Allah kalau saya amanah tetap kita gratiskan,” paparnya. Misi lainnya perubahan wajah kantor desa dengan konsep Joglo. “Kalau di sini kan belum ada joglo,” paparnya. Misi lain yakni pemberdayaan LP2A melalui kegiatan pengajian.
Ia juga menawarkan pengadaan fasilitas olahraga berupa lapangan futsal dan bola voli, pemberdayaan pengolahan sampah dan pengoptimalan sektor pertanian, serta pengembangan Desa Wisata yang meliputi arum jeram mulai dari Pleret sampai Kakas, pengembangan wisata kuliner sekitar Pleret, serta pembangunan kolam renang dan waterboom mini.
Pembangunan fisik yang menjadi misi apabila terpilih juga akan diserahkan kepada masing-masing Dukuh agar lebih merata, serta digelar Car Free Day setiap Minggu sebagai wadah pengembangan UMKM warga.
Untuk pencalonannya, Dwi Joko Hartanto mengaku mendatangi warga secara door to door untuk meminta doa restu dan dukungan agar bisa menyejahterakan masyarakat. Selanjutnya, ia juga bersilaturahmi ke perkumpulan PKK, perkumpulan RT, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh-tokoh agama untuk memohon doa restu. (Oe)








Komentar