INDONNESIANEWS (Klaten) – Kampung Besalen, sebuah tempat edukasi dan pusat kerajinan pandai besi, tengah dalam proses pembangunan di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Proyek ini diperkirakan menelan biaya sebesar Rp2,5 miliar dan diharapkan dapat menjadi wadah bagi ratusan pengrajin pandai besi di desa tersebut.
Desa Kranggan sendiri merupakan sentra kerajinan pandai besi yang telah lama dikenal di Jawa Tengah. Ratusan pengrajin di desa ini menciptakan berbagai jenis senjata tajam dan alat-alat pertanian yang dipasarkan tidak hanya di Klaten, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi, pembangunan Kampung Besalen dilakukan secara bertahap karena biaya yang dibutuhkan cukup besar. “Kami mencari sumber dana dari berbagai pihak, termasuk CSR, karena jika hanya mengandalkan dana pemerintah, mungkin tidak cukup,” ujarnya.
Kampung Besalen nantinya akan menjadi tempat berkumpulnya pengrajin pandai besi di Desa Kranggan. Selain itu, tempat ini juga akan menjadi pusat edukasi bagi generasi muda yang ingin belajar pandai besi. “Kami bekerja sama dengan ISI Surakarta untuk memberikan bimbingan dan pelatihan kepada generasi muda yang ingin belajar membuat produk pandai besi,” kata Gunawan.
Saat ini, di Desa Kranggan terdapat 135 pengrajin besi kecil dan 3 pengrajin besar. Namun, jumlah pengrajin pandai besi di desa ini telah berkurang banyak karena banyak anak muda yang memilih beralih profesi dan tidak melanjutkan warisan orang tua mereka.
Gunawan menjelaskan bahwa perbedaan antara pengrajin pandai besi besar dan kecil terletak pada jenis produk yang mereka hasilkan. Pengrajin besi kecil biasanya membuat pisau dan produk lainnya, sedangkan pengrajin besi besar membuat senjata tajam seperti sabit dan golok.
Meskipun produk pandai besi dari Desa Kranggan telah dikenal secara nasional, Gunawan mengakui bahwa penjualan produk mereka saat ini mengalami penurunan akibat persaingan dengan produk impor. “Produk kita secara kuantitas sudah kalah, tetapi secara kualitas masih menang,” tegasnya.
Dengan adanya Kampung Besalen, diharapkan para pengrajin pandai besi di Desa Kranggan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi mereka, serta dapat bersaing di pasar global. Selain itu, tempat ini juga dapat menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi masyarakat. (Oe)











Komentar