oleh

Dari Tukang Sapu Hingga Staf BPKAD, Tukijo Kini Siap Mengabdi Jadi Kades Pondok

-Ragam-23 views

INDONNESIANEWS (Sukoharjo)–Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sukoharjo dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2026. Ada 126 desa di 12 Kecamatan yang akan menggelar suksesi kepemimpinan di tingkat desa tersebut.

Meskipun masih 3 bulan lagi namun gaung dari pesta demokrasi di tingkat desa tersebut mulai terasa. Individu yang akan mengikuti konstelasi Pilkades mulai muncul dan meminta dukungan dari masyarakat untuk memilihnya. Salah satu bakal calon Kades itu yakni Tukijo, 60 tahun. Ia akan maju untuk pemilihan orang nomor 1 di Desa Pondok, Nguter, Sukoharjo.

Berikut wawancara dengan Tukijo, didampingi istrinya Sumiyatun, http://S.Pd, di kediaman Dukuh Tengkek, RT 02 RW 08, Pondok.

Menurut bapak 2 anak yang akrab disapa Jo ini, tujuan mengikuti Pilkades di Desa Pondok karena ingin sisa hidupnya untuk mengabdi ke Pemerintah desa.

Ditambah kata pensiunan ASN di Pemkab Sukoharjo itu, banyaknya aspirasi dari masyarakat agar ia maju sebagai kepala desa Pondok. “Disuruh di sini aspirasi dari masyarakat. ‘Pak Tukijo mbok ikut saja, ikut partisipasi pemilihan Kepala desa,'” ujarnya.

Setelah itu kata Jo, ia membicarakan atau berkoordinasi bersama istri dan kedua anaknya. “Kalau masyarakat menghendaki pak, mari kita jalankan,” tuturnya menirukan ucapan istrinya saat itu.

Akhirnya keluarga sepakat untuk mendukung ia untuk berpartisipasi dalam Pilkades di Desa Pondok.

Tukijo lahir 18 Juli 1966. Ia pernah merasakan getirnya kehidupan. Setelah lulus SMA ia merantau ke Jakarta mengikuti saudara pada tahun 1987. Di sana ia kerja serabutan, mulai dari berdagang sampai menjadi ojol. Saat pulang kampung ia bertemu dengan istri yang kemudian memutuskan untuk menikah di tahun 1993. Setelah menikah mereka tetap harus berjauhan karena istri yang berprofesi sebagai guru sehingga tidak mungkin ikut bersama ke Jakarta.

Tahun 1998 ia akhirnya pulang karena istrinya saat melahirkan anak ke 2. Selama di kampung halaman untuk mencukupi kebutuhan keluarga ia bekerja di jasa mesin perontok padi atau treser. “Alhamdulillah selama perjalanan ada yang menawarkan sebagai tenaga honorer sebagai tukang sapu di lokasi wisata Batu Seribu, Desa Gentan, Bulu, Sukoharjo,” ujarnya.

Meskipun sudah bekerja sebagai cleaning service, saat itu ia tetap menjalankan profesi sebagai tukang treser sampai tahun 1999. Dari sebagai tukang sapu ia kemudian pindah ke Pemkab Sukoharjo sebagai staf Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sampai pensiun di tahun 2024.

Tukijo, S.E menyatakan siap maju dalam pemilihan kepala desa mendatang. Ia mengusung visi mewujudkan Desa Pondok yang maju, gotong royong, berakhlak, dan sejahtera. Hal tersebut juga disampaikan melalui spanduk yang dipasang di wilayah Desa Pondok.

Visi yang diusung Tukijo adalah “Mewujudkan Desa yang Maju, Gotong Royong, Berakhlak dan Sejahtera”. Untuk mencapai visi tersebut, ia merumuskan 5 misi utama. Pertama, melanjutkan pembangunan desa secara merata dan berkelanjutan. Kedua, meningkatkan infrastruktur dan pelayanan masyarakat.

Misi ketiga dan keempat fokus pada sumber daya manusia dan tata kelola. Tukijo berkomitmen mendukung pendidikan, keagamaan, dan pembinaan generasi muda. Ia juga menegaskan akan mengelola dana desa secara jujur, terbuka, dan transparan agar dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Misi kelima adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat gotong royong. Menurut Tukijo, kekompakan warga menjadi kunci utama dalam membangun desa. Ia ingin menghidupkan kembali budaya kerja bakti dan kebersamaan di setiap RT dan RW.

Terkait rencana majunya Tukijo sebagai Kades Pondok, telah dilakukan sosialisasi visi dan misi serta deklarasi yang dihadiri 400 orang lebih, yang dihadiri Tokoh masyarakat dan para pendukung, di rumahnya Minggu (23-8-2026) malam.

Selain visi misi, Tukijo juga memiliki program unggulan. Ia berencana memberikan sebagian rejekinya untuk kas RT sedesa Pondok setiap tahun. Program ini diharapkan dapat membantu kegiatan sosial kemasyarakatan di tingkat RT agar berjalan lebih optimal.

Terkait program tersebut, Tukijo menegaskan bukan bentuk politik uang. “Maaf bukan katakanlah money politik karena kami sudah memperhitungkan. Bila nanti saya akan diamanahi kan saya masih ada pensiunan, misalnya gaji kami tidak terpenuhi akan kami gantikan dari pensiunan kami untuk mencukupi kas gitu,” paparnya.

Hal itu dilakukan karena sudah mengalami pahit getirnya kehidupan masyarakat. “Saya juga dari orang kecil. Bagaimana membangun wilayah itu tanpa ada dukungan. Artinya dengan penuh kesadaran dan penuh perhitungan itulah janji kami yang jadi program unggulan,” kata Tukijo.

Tukijo, S.E menutup pernyataannya dengan memohon doa restu dan dukungan masyarakat Desa Pondok. Ia berharap warga dapat bersama-sama membangun desa yang lebih baik ke depan.
“Bersama Membangun Desa, yang Maju, Gotong Royong dan Berakhlak,” pungkasnya. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed