INDONNESIANEWS (Klaten)–Sehari menjelang puncak Perayaan Tradisional Yaqowiyu Jumat (8-8-2025) hari ini, Pemerintah kecamatan Jatinom menggelar Kirab Gunungan Apem, Kamis (7-8-2025).
Kirab 2 gunungan apem diikuti langsung Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dari kecamatan Jatinom menuju Masjid besar Kyai Girib, kompleks lokasi dipusatkan ya sebar apem Yaqowiyu, Jumat siang.
Kirab ditandai penyerahan gunungan Yaqowiyu oleh pembuat, Andan, kepada Camat Jatinom, Agus Sunyata di halaman kecamatan Jatinom. 2 gunungan Apem jaler dan Estri itu masing-masing berisi 1725 apem.

Ada dibarisan depan kirab yakni pembawa bendera merah putih oleh pasukan Paskibraka yang merupakan gabungan siswa SMA/SMK di Kecamatan Jatinom.
Sementara Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Forkopimcam Jatinom berada dibarisan ke 6, atau tepat dibelakang gunungan apem Yaqowiyu.
Kirab itu sendiri diikuti ribuan an peserta, yang tergabung dalam kelompok-kelompok kesenian dan kebudayaan, mulai anak-anak hingga orangtua. Sepanjang hampir 1 kilometer jalan yang dilalui peserta kirab dipenuhi masyarakat yang menonton kemeriahan kirab Yaqowiyu.
Setelah hampir 30 menit peserta tiba di Masjidil cilik dan dilanjutkan ke masjid besar (gede) komplek makam kyai Gribig. Kyai Gribig sendiri merupakan penyebar agama Islam pertama didaerah Jatinom dan sekitarnya. Di Masjid Gede Gunungan diinapkan semalam sebelum diarak ke lapangan Klampeyan, lokasi dimana apem akan disebar ke warga masyarakat.

Menurut Camat Jatinom Agus Sunyata, direncanakan akan ada sekitar 8 ton kue apem yang disebar. Makanan tradisional itu kata sebagian besar merupakan sumbangan dari masyarakat, dan sisanya dari panitia serta pemerintah desa/kelurahan di Kecamatan Jatinom.
“Rencana ada 8 ton apem yang disebar selain dari 2 gunungan, apem akan disebar dari menara-menara yang ada dilapangan Klampeyan,” ujarnya.
Selain Kirab, pada malam sebelum puncak Perayaan Yaqowiyu juga digelar car free night, sepanjang 1 kilometer mulai pertigaan arah Boyolali hingga pertigaan menuju komplek makam Kyai Gribig, dan wayangan semalam suntuk.
Tradisi Yaa Qowiyyu telah berlangsung sejak abad ke-16 diprakarsai oleh ulama besar Kiai Ageng Gribig, yang menyebarkan agama Islam di wilayah Jatinom. Tradisi Ya Qowiyyu ini juga sering disebut Saparan karena dilaksanakan setiap bulan safar. Kiai Ageng Gribig disebut juga merupakan keturunan Raja Bhrawijaya V dari Kerajaan Majapahit. (Oe)










Komentar