oleh

Bisnis Topeng Kreatif: Dimas Arcelino Beromset 15-20 Juta per Bulan

INDONNESIANEWS (Boyolali)–Dimas Arcelino, seorang mahasiswa Fakultas Hukum semester 8 di Universitas Boyolali, memiliki passion yang unik di luar dunia hukum. Ia adalah seorang pengrajin topeng gedruk dan topeng ireng yang berasal dari Boyolali.

Awal mula ketertarikan Dimas pada topeng adalah karena orang tuanya memiliki sanggar yang membuatnya terpapar dengan dunia seni dan budaya sejak kecil. Ia kemudian tertarik untuk belajar membuat topeng gedruk dan topeng ireng karena desainnya yang keren dan bagus.

Selain itu, Dimas juga memiliki ketertarikan pada bisnis dan pemasaran, sehingga ia memutuskan untuk menjual topeng-topeng buatannya. Ia memulai jual beli topeng gedruk dan topeng ireng sejak SMA kelas 1.

Dimas memiliki saluran YouTube dan TikTok yang digunakan untuk mempromosikan topeng-topeng buatannya. Ia menemukan bahwa banyak orang yang menyukai dan berminat untuk membeli topeng-topengnya, tidak hanya dari sanggarnya tetapi juga dari luar.

Dimas sangat bersemangat ketika berbicara tentang topeng-topeng buatannya. Ia menceritakan bahwa banyak orang yang menyukai dan memesan topeng-topengnya, sehingga ia merasa termotivasi untuk terus berkarya.

Dengan keterampilan dan kreativitasnya, Dimas berharap dapat terus mengembangkan bisnis topengnya dan memperkenalkan budaya Boyolali kepada masyarakat luas.

Dimas juga berencana untuk terus meningkatkan kualitas dan desain topeng-topengnya agar dapat memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Waktu pembuatan topeng biasanya memakan waktu sekitar satu bulan.

Pemesan dapat memesan topeng berdasarkan stok yang ada atau berdasarkan permintaan dan keinginan. Harga topeng bervariasi tergantung pada karakter dan bahan yang digunakan. Contohnya, topeng pocong tanpa rambut dijual seharga Rp 400.000 per buah, sedangkan topeng buto dijual seharga Rp 1,5-2 juta per buah.

Harga topeng juga dipengaruhi oleh jenis rambut yang digunakan. Topeng dengan rambut ekor sapi dijual seharga Rp 1 juta per buah, sedangkan topeng dengan rambut ekor kuda dijual seharga Rp 2 juta per buah karena harga ekor kuda yang cukup mahal, yaitu Rp 500.000-1 juta per ekor.

Untuk mendukung bisnisnya, Dimas mempekerjakan 3 orang, yaitu 1 orang untuk menghandle live streaming dan 2 orang untuk mengerjakan topeng dan rambutnya.

Melalui usahanya, Dimas berharap dapat menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk mengembangkan passion dan keterampilan mereka dalam bidang seni dan budaya.

Dimas Arcelino adalah contoh nyata bahwa passion dan keterampilan dapat membawa kesuksesan. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, impian dapat diwujudkan.

Omset yang diperoleh Dimas dari bisnis topengnya cukup mengesankan, yaitu sekitar Rp 15-20 juta per bulan. Pemesan topeng-topeng buatannya datang dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan warga Indonesia yang tinggal di luar negeri. Harga untuk dalam negeri dan luar negeri sama, dengan biaya pengiriman yang menyesuaikan lokasi tujuan.

Nah kalo tertarik bisa hubungi Dimas Alamat: Nglerep, Rt.3 RW IV, Kelurahan Metuk, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. (Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *