INDONNESIANEWS (Sukoharjo)– Menjelang pendaftaran bakal calon kepala desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo yang akan dibuka Kamis (1-10-2026) mendatang, dukungan masyarakat kepada salah satu peserta yakni Tukijo semakin besar.
Atas dukungan tersebut, Tukijo (60), warga Dukuh Tengkek RT 02 RW 08, saat ditemui di kediamannya Senin (28-9-2026), mengaku optimistis bisa memenangkan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut.
Tambah bapak dua anak yang bekerja sebagai ASN di Pemkab Sukoharjo itu, yang ia khawatirkan bersama timnya saat ini adalah adanya praktik money politik atau politik uang yang mungkin dilakukan para lawannya yang menghalalkan segala cara untuk bisa memenangkan Pilkades.
Untuk mengantisipasi money politik, kata Tukijo, ia telah menyiapkan kader militan untuk bergerak lebih intensif menjelang 10 hari terakhir pemilihan kepala desa.
“Kedepannya kami harus lebih intensif untuk mengantisipasi money politik. Di setiap RT kita sudah mempersiapkan personil pilihan kita agar mampu mengantisipasi persoalan (money politik) tersebut,” papar Tukijo.
Kepada warga di setiap pertemuan, ia sendiri telah mewanti-wanti agar tidak menerima uang yang diberikan calon kades untuk memilih mereka, agar tidak menyesal di kemudian hari, sebab hal itu akan menentukan arah kebijakan pembangunan desa.
“Bagi yang menerima money politik, otomatis dalam kurun 8 tahun ke depan pasti tidak akan menikmati pembangunan, karena merasa suara panjenengan telah dibeli. Mereka akan lebih semaunya dalam melakukan pekerjaan, pertanggungjawaban, dan pengelolaan keuangan yang ada di desa,” kata Tukijo.
Kata Tukijo, sebagai pensiunan ASN yang lama bekerja di bagian anggaran, apabila terpilih ia akan mengelola anggaran sesuai prosedur yang harus dijalankan. Hal itu sesuai dengan moto pencalonannya yakni Iman, Aman, Amanah.
Iman artinya menjalankan tugas dengan keyakinan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Aman artinya mampu mengendalikan dan menjaga keharmonisan di lingkungan keluarga dan masyarakat, serta Amanah artinya mampu menjalankan kepercayaan yang diberikan warga desa dengan penuh tanggung jawab.
Pemkab Sukoharjo sendiri memberikan tenggat waktu pendaftaran bagi para calon kades mulai tanggal 1 hingga 8 Oktober 2026. Tukijo sendiri mengaku akan mendaftar di hari pertama.
“Untuk persiapan yang lebih matang lagi, baik itu mentalitas, kesiapan fisik maupun tenaga dalam mengarungi proses Pilkades yang akan datang,” ujar Tukijo soal alasannya mendaftar di hari pertama.
Untuk pakaian yang akan dipakai saat pendaftaran di Kantor Desa Pondok nanti, Tukijo mengatakan akan mengenakan atasan baju putih, celana panjang hitam, dasi merah, dan peci hitam.
“Putih itu melambangkan kesucian kita dalam mengikuti Pilkades, dasi merah artinya berani untuk memperjuangkan masyarakat, hitam melambangkan kelembutan di hati kita, untuk berani mengambil sikap dalam menentukan arah ke depan,” tegasnya.
Dalam pendaftaran nanti, ujar Tukijo, ia akan berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB dengan ditemani istri, keluarga, tim sukses, serta perwakilan keluarga istri. Ia menegaskan tidak akan membawa massa pendukung dalam jumlah besar untuk menjaga kondusifitas dan keamanan di tengah masyarakat.
Bilamana menang dalam pilkades, Tukijo berjanji apabila diamanahi, tidak akan ada jarak atau jurang pemisah antara pimpinan dan bawahan. “Kita seperti saudara dalam melaksanakan kemasyarakatan, baik di tingkat bawah maupun di atasnya,” jelas Tukijo.
Adapun visi yang diusung Tukijo, S.E adalah Bersama Membangun Desa yang Maju, Gotong Royong dan Berakhlak, dengan penjabaran Mewujudkan Desa yang Maju, Gotong Royong, Berakhlak dan Sejahtera.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merumuskan lima misi. Pertama, melanjutkan pembangunan desa secara merata dan berkelanjutan. Kedua, meningkatkan infrastruktur dan pelayanan masyarakat. Ketiga, mendukung pendidikan, keagamaan, dan pembinaan generasi muda.
Keempat, mengelola dana desa secara jujur, terbuka, dan transparan. Kelima, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat gotong royong.
Selain visi misi, ia juga memiliki program unggulan yaitu memberikan sebagian rejekinya untuk kas RT se-Desa Pondok setiap tahun.
Program tersebut terpampang jelas dalam spanduk besar di kediamannya yang bertuliskan Calon Kepala Desa Desa Pondok Tukijo, S.E, lengkap dengan foto bersama istri dan tulisan Mohon Do’a Restu dan Dukungan Masyarakat. (Oe)








Komentar