INDONNESIANEWS (Klaten)–Sebanyak 1461 orang mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, diterjunkan untuk mengikuti KKN di 7 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Klaten, Kamis (17-7-2025). Diantara kecamatan yang menjadi tempat “penerjunan” mahasiswa KKN Unisri Solo yakni kecamatan Tulung, Klaten.
Ada 158 mahasiswa KKN yang akan disebar di 12 desa yang ada di kecamatan tersebut. Namun sebelum menuju desa tempat KKN masing-masing, dipimpin Wakil rektor (WR) 1. Ir. Syaiful Bahri, M.Com, mahasiswa KKN Unisri mengikuti acara silaturahmi dengan Forkopimcam di ruang Aula Kecamatan Tulung. Hadir di acara itu diantaranya Camat Tulung, Hendri Pamukas, Kapolsek Tulung dan Danramil Tulung.
Camat Tulung, Hendri Pamukas, dalam sambutannya berharap KKN mahasiswa Unisri Solo, dapat menjadi kesempatan untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan keterampilan dengan masyarakat di lokasi KKN masing-masing.
Selain itu Ia berharap mahasiswa KKN Unisri dapat belajar dari masyarakat dan memahami kebutuhan serta tantangan yang dihadapi.
“Kami percaya bahwa KKN ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kami dan memajukan pembangunan di kecamatan kami. Kami akan senantiasa mendukung dan memfasilitasi kegiatan Anda selama KKN. Mari kita bekerja sama untuk menciptakan perubahan yang positif dan berkelanjutan di kecamatan kami,” ujarnya.
Dimulainya KKN mahasiswa Unisri di kecamatan Tulung, sendiri di tandai dengan pemasangan simbolis topi KKN oleh Camat Tulung, Hendri Pamukas, kepada seorang mahasiswa KKN Unisri.
Sementara itu WR 1 Unisri Solo, Ir. Syaiful Bahri, M.Com, tahun 2025 ini mahasiswa KKN Unisri di pusatkan di Klaten. Jumlah mahasiswa yang diterjunkan sebanyak 1461 orang, yang tersebar di 7 Kecamatan yang ada di kabupaten Klaten.
Untuk kecamatan Tulung sendiri kata dia ada sebanyak 158 mahasiswa KKN Unisri yang akan diterjunkan ke 12 desa. Dimana mahasiswa yang berasal dari 6 fakultas itu akan mengikuti KKN selama 40 hari. “Mereka akan KKN di 12 desa di kecamatan Tulung dengan dosen pembimbing, 12” ujarnya.
Tujuan KKN bagi mahasiswa Unisri tambah dia diantaranya mahasiswa bisa memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada masyarakat, dan mahasiswa bisa berkolaborasi dengan masyarakat.
Sementara itu untuk program, kata Syaiful Bahri lagi, setiap kelompok desa membuat program sendiri yang disusun oleh mahasiswa di konsultasikan dengan desa juga dikonsultasikan dengan kecamatan. “Sehingga ini harus antara mahasiswa kampus. Kampus di wakili oleh dosen pembimbing lapangan, kemudian bersama desa dan kecamatan. Jadi berkolaborasi, intinya adalah pemberdayaan masyarakat yang berkolaborasi dengan pemerintah setempat,” tuturnya. (Oe)














Komentar