INDONNESIANEWS (Boyolali)–Gerombolan pembenci presiden ke-7 Jokowi, yang dipimpin Rismon Sianipar menuduh warga masyarakat Sawahan desa Sawahan, kecamatan Ngemplak, Boyolali, dibayar untuk menolak digelar kegiatan Mimbar Rakyat di Rt 05/Rw 05 dukuh Karangmojo, desa Sawahan, Pada hari Senin-selasa (27/28-10-2025).
Atas tuduhan tersebut warga masyarakat Sawahan, membantah keras, dan mengaku penolakan murni dilakukan oleh masyarakat setempat yang cinta damai.
Pernyataan sikap dipimpin oleh koordinator aksi Joko Sasono, dan diikuti oleh puluhan masyarakat dukuh Sawahan, Ngemplak, Boyolali, pada Selasa (28-10-2024) siang di depan pos ronda dukuh Karangmojo.
Dalam aksinya warga masyarakat Sawahan membawa poster-poster penolakan digelarnya ditempat tinggalnya dan membantah dibayar dalam melakukan aksi.. poster itu berbunyi “Kami warga masyarakat Sawahan menolak adanya kegaduhan”, “Kami warga setempat tidak dibayar”.
Sementara itu menurut Koordinator aksi, Joko Sasono, tuduhan yang ditujukan kepada warga masyarakat Sawahan dibayar untuk menolak digelarnya acara di tempat tinggalnya merupakan tuduhan tidak berdasar dan tanpa bukti atau fitnah
Penolakan yang dilakukan warga masyarakat Sawahan kata dia murni karena mereka tidak ingin tempat tinggalnya dijadikan lokasi acara berbau politis yang bisa membuat warga terprovokasi, hingga merusak kerukunan, persatuan dan kesatuan warga setempat.
“Aksi penolakan murni dilakukan warga yang cinta damai, tidak ada warga yang dibayar. Jadi kalau warga dituduh dibayar itu fitnah,” ujarnya.
Mimbar rakyat semula digelar Senin-Selasa (27/28-10-2025) di sebuah lahan kosong yang ada di Rt 05/Rw 05 dukuh Karangmojo Sawahan. Panggung dan kursi oleh Panitia sejak Minggu pagi telah didirikan, kursi untuk peserta juga telah tersusun rapi. Namun acara itu batal setelah adanya penolakan dari massa yang tergabung dalam warga masyarakat Sawahan.
Aksi penolakan dilakukan dengan menutup semua aksis jalan menuju lokasi acara. Akibat adanya penolakan warga itu acara Mimbar Rakyat dipindah ke lokasi lain di Kota Solo. (Oe)




Komentar