oleh

Leani Ratri Akui Persaingan Makin Ketat di Polytron Indonesia Para Badminton 2025

-Olahraga-649 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Atmosfer persaingan di ajang Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 kian memanas saat memasuki babak perempat final yang berlangsung di GOR Indoor Manahan, Solo, Jumat (31-10-2025). Atlet para-badminton kebanggaan Indonesia, Leani Ratri Oktila, mengaku kompetisi tahun ini jauh lebih berat dibanding edisi sebelumnya.

Status turnamen yang kini naik menjadi Grade 2 Level 1 membuat ajang ini hanya diikuti pemain-pemain elite dunia, termasuk para penghuni peringkat 10 besar dunia. Hal itu, kata Ratri, menjadikan setiap pertandingan berlangsung sangat ketat dan menuntut konsentrasi tinggi sejak awal.

“Perbedaan pasti terasa, karena yang tampil di sini semuanya pemain top dunia. Tidak ada lawan mudah, semua serius dari babak pertama,” ujar Ratri.

Ratri yang turun di tiga nomor sekaligus—Tunggal Putri SL4, Ganda Putri SL3–SU5 bersama Khalimatus Sadiyah, serta Ganda Campuran SL3–SU5 berpasangan dengan Hikmat Ramdani—mengaku tetap percaya diri bisa mempertahankan gelar juara umum untuk Indonesia.

“Kami sudah berlatih keras sejak lama. Sekarang tinggal menjaga fokus dan kondisi agar bisa tampil maksimal,” imbuhnya.

Ratri juga menyoroti kekuatan kontingen India yang menjadi pesaing terberat, khususnya di nomor ganda putri. Ia menyebut pasangan Chirag Baretha dan Mandeep Kaur sebagai lawan yang perlu diwaspadai.

“Hari ini saya sudah main empat kali. Jadwalnya padat, tapi ini bagian dari perjuangan. Setelah sempat absen di beberapa event, saya ingin kembali naik peringkat,” jelasnya.

Rekan duetnya, Hikmat Ramdani, turut merasakan ketatnya atmosfer kompetisi. Ia menyebut, sejak babak penyisihan, seluruh pemain sudah tampil dalam tempo tinggi.

“Kalau tahun lalu di level 2 masih bisa lebih santai, sekarang tidak bisa lagi. Semua pertandingan berat sejak awal,” katanya.

Dari tribun penonton, Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun memberikan apresiasi atas semangat para atlet. Ia menilai, turnamen ini menjadi ajang penting untuk mengukur kesiapan Indonesia menuju Paralimpiade mendatang.

“Turnamen ini sangat bergengsi. Fokus kami bukan sekadar medali, tetapi juga pengumpulan poin agar lebih banyak atlet lolos ke Paralimpiade,” ujar Senny.

Meski begitu, Senny tetap optimis Indonesia mampu mencatat hasil membanggakan.

“Kami tetap yakin bisa membawa pulang dua hingga tiga medali emas. Yang penting para atlet tampil maksimal,” jelasnya. (Bud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *