oleh

Hj. Istikomah, M.Pd : Implementasi KHGT Menyatukan Umat Dalam Menjalankan Ibadah

INDONNESIANEWS (Klaten)–Ketua Lembaga Budaya Seni dan Olahraga ( LBSO ) Pimpinan Daerah Aisyiyah ( PDA ) Kabupaten Klaten Hj.Istikomah, M.Pd mengatakan bahwa implementasi Kalender Hijriyah Global Tunggal ( KHGT ) dpat menyatukan umat dalam melaksanakan ibadah.

Hal itu disampaikan Istikomah saat memberikan tausiyah pada acara pengajian Pimpinan Cabang Aisyiyah ( PCA ) Klaten Utara di Gedung Olah Raga ( G0R ) Kelurahan Gergunung Klaten Utara, Rabu (23/7/2025 ).

PCA Klaten Utara menggelar pengajian bertajuk pentingnya implementasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) bagi kesatuan umat dalam menjalankan ibadah.

Istikomah menyampaikan bahwa KHGT merupakan inovasi penting yang bertujuan menyatukan penentuan awal bulan hijriah secara global.

“Dengan menggunakan metode ini, umat Islam di seluruh dunia dapat menjalankan ibadah dan perayaan keagamaan secara serentak sebagai bentuk persatuan umat Islam” katanya.

Menurutnya implementasi KHGT tidak hanya menguatkan kesatuan umat Islam, tetapi juga mendukung penyelenggaraan ibadah yang lebih tertib dan terorganisir.

“Ini sesuai dengan semangat Muhammadiyah untuk terus berinovasi dalam mengembangkan ajaran Islam yang sesuai dengan perkembangan zaman,” katanya.

Dijelaskan bahwa mekanisme ilmiah dan hisab yang digunakan dalam KHGT ini dapat diaplikasikan secara praktis di berbagai daerah di Indonesia, termasuk untuk masyarakat luas.

“Setiap penyelenggaraan ibadah dan perayaan hari’hari besar bagi umat Islam, harus diiringi oleh nilai-nilai persatuan” kata Istikomah.

Pengajian yang dihadiri oleh warga Aisyiyah se Cabang Klaten Utara Klaten ini menjadi momen refleksi bersama dengan pemahaman yang lebih komprehensif dan semangat persatuan.

“Dengan disosialisasikannya KHGT, masyarakat dapat semakin teredukasi dan terbuka terhadap inovasi dalam penentuan kalender Islam sehingga pelaksanaan ibadah dan perayaan keagamaan dapat berjalan lebih harmonis dan bersamaan, baik secara lokal maupun global” ujarnya.

Menurut Istikomah penerapan KHGT ini seolah mengabaikan kriteria lama, yaitu wujudul hilal. Padahal, selama ini Muhammadiyah telah konsisten menggunakan kriteria tersebut yang dianggap sederhana dan kuat secara rasional.

“Prinsip wujudul hilal menyatakan bahwa bulan baru dimulai jika telah terjadi ijtima’ sebelum matahari terbenam, meskipun hilal tidak terlihat.” katanya.

Dijelaskan bahwa tujuan utama dari penerapan KHGT adalah menghadirkan sistem kalender Hijriyah global yang dapat digunakan bersama oleh seluruh umat Islam.

“Hal ini akan memudahkan penetapan hari besar keagamaan dan perencanaan ibadah lainnya secara lebih terukur.” pungkasnya. (*/Oe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *