INDONNESIANEWS (Klaten)–Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dan wakilnya, Benny Indra Ardiyanto, menutup TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II tahun 2025, di desa Mundu, Kecamatan Tulung, Klaten, Rabu (4-6-2025) pagi.
TMMD Sengkuyung yang digelar selama 1 bulan sendiri berhasil membangun sejumlah infrastruktur seperti betonisasi jalan sepanjang 599 meter, 2 jembatan dan talut gorong-gorong.
Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II tahun 2025, digelar di lapangan desa Mundu, Tulung, Klaten. Hadir dalam acara itu Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardiyanto, dan jajaran Forkopimda, serta jajaran Forkopimcam Tulung, Klaten.
Bertindak sebagai inspektur upacara dalam penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II yakni Kasdim 0723 Klaten Mayor (inf) Ismaili. Penutupan diwarnai pengembalian kembali secara simbolis alat kerja seperti cangkul, dan sekop oleh perwakilan satgas TMMD kepada Inspektur upacara.
Dalam penutupan TMMD itu Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan wakilnya Benny Indra Ardiyanto, berkesempatan memberikan bantuan sembako kepada sejumlah warga tidak mampu.
Selanjutnya Hamenang dan Benny menuju sebuah lokasi jembatan hasil TMMD untuk menandatangani prasasti dan pemotongan pita dilanjutkan pelepasan burung merpati sebagai tanda sudah bisa difungsikannya jembatan dan jalan sepanjang 599 meter bagi masyarakat sekitar.
Kepada wartawan Hamenang mengatakan program TMMD Sengkuyung Tahap II, berhasil menyelesaikan pembangunan infrastruktur berupa betonisasi jalan sepanjang 599 meter dan lebar 3 meter, serta membangun 3 jembatan, yang menghubungkan 2 desa yakni desa Sedayu dan desa Mundu.
“Jadi ada warga desa Sedayu sekitar kurang lebih 7 KK yang selama puluhan tahun terisolir. Alhamdulillah dengan adanya akses jalan baru ini kemudian mereka bisa dengan mudah menuju tempat lain,”: ujarnya.
Sementara itu Kades Mundu, Budiyanto, bersyukur dengan selesainya TMMD Sengkuyung Tahap II tahun 2025, yang berhasil membangun sejumlah infrastruktur di desa Mundu dengan menggunakan anggaran APBN Kabupaten Klaten dan Propinsi Jateng sebesar 617juta.
Dampak dari pembangunan infrastruktur kata dia membuat sejumlah warga desa Sedayu yang sebelumnya terisolir dan warga Mundu yang hendak menuju desa tersebut bisa dengan mudah mengakses jalan menuju lokasi yang letaknya terpencil.
“Dampaknya tentunya kepada masyarakat pada umumnya bermanfaat sekali, dampak yang positif karena membuat warga Sedayu dan desa Mundu bisa mudah keluar masuk menjual hasil pertanian, anak sekolah mudah menuju sekolah dengan melalui jembatan dan jalan yang telah dibangun”; ujarnya. (Oe)








Komentar