INDONNESIANEWS (Boyolali)–
Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, turut serta dalam flashmob menari bersama yang digelar untuk memeriahkan HUT RI ke-80 di Lapangan Pandeyan, Minggu (31-8-2025). Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali ini dimeriahkan 37 gunungan hasil bumi yang dibagikan kepada masyarakat diakhiri kegiatan.
Karnaval Kemerdekaan Njawani dengan tema “Pandeyan Ngawiji, Raharjo, Mahardiko lan Minulya” dimulai dari CFD Jalan Pertanian dan berakhir di Lapangan Pandeyan, tempat di mana acara puncak digelar.
Peserta karnaval menggunakan berbagai pakaian unik dan koreografi khusus yang dapat menghibur masyarakat yg menonton karnaval sepanjang jalan raya pandeyan.
Mereka menampilkan gerakan yang dinamis dan penuh semangat, membuat acara semakin meriah dan menarik. Setelah berjalan selama 30 menit, peserta karnaval tiba di lapangan.

Di lapangan, peserta disambut hiburan musik dangdut. Selain musik dangdut, di lokasi acara masyarakat juga dihibur dengan pertunjukan Reog khas Ponorogo Pandeyan, yang menambah keseruan dan kemeriahan acara.
Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, tiba dilokasi tidak lama kemudian. Ia dan ratusan perwakilan peserta karnaval kemudian melakukan Flash mob menari bersama gugur gunung, dipimpin Ketua TP PKK Pandeyan, Hana Rini Hastuti, SH dan Siskaz dari atas panggung.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pandeyan, Dwi Purboyono, SH, MH, menyampaikan rasa syukurnya atas semangat dan partisipasi masyarakat dalam memeriahkan HUT RI ke-80. “Semoga semangat kemerdekaan ini dapat terus membara di hati kita semua,” ujarnya.
Menurut dia, Karnaval diikuti ribuan Warga yang berasal dari 29 RT di desa Pandeyan. “Dimana tiap RT membawa 1-2 gunungan hasil bumi, ini menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Pandeyan dalam merayakan kemerdekaan,” kata Dwi Purboyono.

Sementara itu Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, mengajak masyarakat untuk “Ngawiji” bersama-sama bergotong royong, senantiasa hidup guyub rukun jadi bersatu. Karena dengan guyub rukun Boyolali akan mampu menghadapi dinamika perubahan zaman pada saat ini dan melangkah ke depan dengan lebih baik lagi.
Dwi Fajar Nirwana juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpecah belah, tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita diluar. “Tetap guyub rukun Ngawiji jadi satu. Pandeyan Ngawiji Raharjo Mardiko dan Minulyo,” ujarnya.
Setelah itu Dwi Fajar Nirwana memberi aba-aba dimulainya pembagian 37 gunungan habis bumi. Wargapun berebut untuk mendapatkan hasil bumi hingga suasana berubah menjadi riuh rendah. (Oe)








Komentar