oleh

Dari Seragam Loreng ke Pengabdian Sipil, Laksda (Purn) Nazali Lempo Lanjutkan Kiprah di Jalur Hukum

-Ragam-32 views

INDONNESIANEWS (Solo)–Purnatugas tidak dimaknai sebagai akhir dari pengabdian oleh Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. H. Nazali Lempo, S.H., M.H., M.Tr.Opsla., CHRMP.

Setelah kurang lebih 35 tahun mengabdi sebagai prajurit TNI, ia memilih tetap berkontribusi untuk bangsa dan negara melalui jalur yang berbeda.

Menurutnya, yang berakhir hanya masa kedinasan di militer, sementara tanggung jawab sebagai warga negara untuk memberi manfaat kepada masyarakat harus terus berjalan.

“Purnatugas bukan berarti berhenti mengabdi. Kita selesai menjalankan tugas di lingkungan militer, tetapi pengabdian kepada negara dan bangsa harus tetap berjalan melalui bidang-bidang yang lain,” ujar Nazali.

Komitmen itu ia wujudkan dengan aktif di berbagai bidang, mulai dari organisasi kemasyarakatan, pendampingan hukum, kaderisasi kepemimpinan, hingga kegiatan sosial.

Salah satu wadah pengabdiannya saat ini adalah Forum Masyarakat Indonesia Emas, yang ia dirikan bersama sejumlah tokoh.

Di organisasi tersebut, Nazali berperan dalam fungsi pengawasan dan terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di berbagai daerah.

Ia menilai organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.

Ormas, kata dia, tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

Selain itu, ormas juga dapat menjadi laboratorium untuk menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan.

“Organisasi harus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dari bawah ke atas. Di sana kita juga membentuk calon-calon pemimpin daerah dan nasional agar memiliki karakter, moral, serta pengalaman berorganisasi,” katanya.

Di luar organisasi, Nazali juga melanjutkan pengabdian melalui bidang hukum yang telah lama ia geluti.

Kariernya di bidang hukum militer dimulai dari bawah di lingkungan Polisi Militer Angkatan Laut.

Saat berpangkat kapten menuju mayor, ia sudah dipercaya memegang tanggung jawab komando di Tanjungpinang.

Perjalanan kariernya terus menanjak hingga dipercaya memimpin Pusat Polisi Militer Angkatan Laut.

Ia juga pernah bertugas di tingkat Polisi Militer TNI yang mengoordinasikan POM AD, AL, dan AU serta bersinergi dengan Divisi Propam Polri.

Puncak pengabdiannya di bidang hukum militer adalah ketika dipercaya menjabat sebagai Oditur Jenderal TNI.

Pengalaman panjang itu menjadi bekal penting dalam menangani persoalan hukum dan disiplin di lingkungan militer.

Setelah purnatugas, Nazali mendirikan kantor hukum Nazali Lempo & Partners sebagai wadah pengabdian baru.

Kantor hukum tersebut tidak hanya berorientasi pada praktik profesional, tetapi juga memberikan bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu.

“Masyarakat kecil sering kesulitan mencari keadilan. Karena itu, kami membentuk wadah agar mereka tetap memperoleh pembelaan dan pendampingan hukum,” ujarnya.

Pengalaman puluhan tahun di militer dan hukum membuat Nazali menaruh perhatian besar terhadap kondisi penegakan hukum nasional.

Namanya pun sempat dikaitkan dengan peluang menduduki jabatan strategis di bidang penegakan hukum, termasuk sebagai calon pimpinan Kejaksaan Agung.

Menanggapi hal itu, Nazali menegaskan jabatan bukan ambisi pribadinya dan mengaku sudah merasa cukup setelah 35 tahun mengabdi.

Namun situasi penegakan hukum saat ini memanggilnya untuk kembali berkontribusi.

“Saya sudah cukup lama mengabdi dan sebenarnya merasa sudah cukup. Namun, ketika melihat situasi penegakan hukum sekarang, ada panggilan untuk kembali memberikan sesuatu kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Menurutnya, pembenahan penegakan hukum harus dilakukan pada sistem dan sumber daya manusianya secara bersamaan.

“Kalau membersihkan menggunakan sapu yang kotor, bukan semakin bersih, tetapi justru semakin kotor. Karena itu, pembenahan harus dimulai dari integritas orang dan sistemnya,” tegasnya.

Terkait peluang mendapat amanah negara, Nazali memilih menyerahkan kepada Tuhan dan negara.

“Saya selalu berdoa. Kalau amanah itu terbaik untuk saya, keluarga, bangsa, dan negara, saya siap. Kalau tidak, berarti itu bukan jalan terbaik,” katanya.

Jika negara memberi kepercayaan, ia menyatakan siap menjalankan amanah dengan prinsip tegas dan adil tanpa pandang bulu.

“Saya siap menindak setiap pelanggaran hukum secara tegas dan tanpa pandang bulu,” pungkasnya. (Bud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *